tuduhan tidak berasalan kepadanya dan pemerintah. “Saya katakan kami akan konsisten, kami akan ini, tetapi jangan dong belum-belum, bahkan belum ada KLB, sudah ribut
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengakui bahwa pihaknya mensesalkan tudingan-tudingan yang dilayangkan kepada pemerintah perihal kisruh dualisme kepemimpinan di Partai Demokrat. Yasonna mengungkapkan
Andi Arief, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat mengungkit soal adanya nama Marzuki Alie dalam dakwaan kasus korupsi KTP Elektronik atau e-KTP. "Kasus
Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer memberikan peringatan keras kepada petinggi Partai Demokrat. Ia memberikan peringatan kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti
Baru-baru ini seorang pengamat politik, Ferry Daud Liando, mengutarakan bahwasanya perpecahan yang terjadi dalam Demokrat merupakan upaya pelumpuhan partai. Menurut pengamatannya, Ferry beranggapan bahwa
masing. Menurut Eko, bagaimanapun skenarionya, maka waktu Moeldoko tetap akan disita oleh konflik tersebut. Maka ia meragukan bahwa Moeldoko akan memiliki kesempatan untuk memikirkan
masing merasa berhak atas Partai Demokrat, yakni kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan kubu Moeldoko. Maka, hal yang kini menjadi pertanyaan adalah terkait kubu
masing yaitu Moeldoko sebagai Kepala KSP dan SBY sebagai mantan Presiden. “Menteri atau setara Menteri merangkap Ketum Partai sih, nggak masalah. Toh ada contoh
HAM. Saat itu Pemerintah akan meneliti keabsahannya berdasar UU dan AD/ART parpol. Keputusan Pemerintah bisa digugat ke Pengadilan. Jadi pengadilanlah pemutusnya. Dus, sekarang tidak/belum
ruang politik hanyalah bentuk kedukaan dalam kekalahan. Ia memberi contoh salah satu peristiwa politik, di mana dulu Prabowo dan Sandi juga merasa tidak adil