Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan menilai bahwa Pendeta Saifuddin Ibrahim telah menyebarkan kebencian luar biasa yang bisa merusak tatanan hidup umat beragama.
Terkini.id, Jakarta – Beberapa hari lalu, Pendeta Saifuddin Ibrahim menyinggung masalah kurikulum pesantren dan mengaitkannya dengan radikalisme, serta mengusulkan penghapusan terhadap 300 ayat Al-Qur’an membuat Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) buka suara.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ruhut Sitompul menyindir Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI, Amirsyah Tambunan usai menyebut jika label halal MUI masih berlaku hingga 2026
Waketum PKB yang juga anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid mengkritik Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan yang menyebut BNPT blunder.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohammad Guntur Romli menanggapi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menilai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah membuat gaduh terkait pernyataan adanya teroris yang menyusup ke lembaga publik dan ormas.
Setelah Densus 88 menangkap pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zain An Najah terkait dugaan terorisme, sebuah tagar ‘Bubarkan MUI’ menjadi trending di media sosial.
Aksi densus 88 membongkar jaringan terorisme hingga mengungkap aksi pengumpulan dana terorisme lewat donasi di kotak amal mendapat kritikan dari Sekjen MUI, Anwar Abbas.
Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menanggapi ancaman Sekjen Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas yang mengaku akan mundur dari MUI jika lembaga berbasis Islam tersebut