Tahu ‘Conjuring’? Ini Dia Kisah Asli ‘Annabelle the Doll’, Si Boneka Setan

Tahu ‘Conjuring’? Ini Dia Kisah Asli ‘Annabelle the Doll’, Si Boneka Setan

FR
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Sejak dirilisnya film Conjuring yang kemudian diikuti oleh film Annabelle pada tahun 2014, rumor perihal hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan kedua film tersebut semakin santer beredar; mengenai boneka Annabelle, Duo Warrens, dll.

Namun, tahukah kamu bahwa sebenarnya “the real life Annabelle Doll” cukup jauh dari kata menyeramkan? Ya, itu karena boneka Annabelle di dunia nyata hanya berupa boneka Raggedy Ann (karakter ciptaan penulis Amerika bernama Johnny Gruelle dalam bukunya yang diperuntukkan untuk anak-anak).

Sama sekali tidak semenyeramkan boneka porselen versi film, meski cukup banyak detailnya yang dibuat mirip. Jadi, penasaran dengan kisah nyata di balik boneka keramat ini? Berikut kisahnya.

Dulu, boneka Annabelle yang asli diberikan kepada Donna, seorang siswi perawat, sebagai hadiah ulang tahun dari ibunya.

Satu hal yang perlu diingat, Annabelle merupakan boneka bekas yang dibeli dari sebuah toko hobi. Nah, Donna ini tinggal bersama temannya, Angie, pada saat itu (room mate) dan tentu saja ia merasa senang dengan hadiahnya.

Baca Juga

Setidaknya, awalnya, sebelum boneka tersebut kemudian berubah menjadi sumber ketakutkan bagi Donna dan teman-temannya.

Pada mulanya, Annabelle tidak banyak bertingkah. Boneka itu hanya membuat gerakan yang sangat kecil sehingga Donna dan Angie selalu berpikir bahwa mungkin salah satu dari mereka hanya tak sengaja memindahkannya atau kemungkinan lain, yaitu tak sengaja terjatuh (misalnya, tiba-tiba pindah ke lantai, padahal disimpan di kursi).

Namun, seiring berlalunya waktu, gerakan Annabelle meningkat. Ia bisa tiba-tiba berada di sofa, padahal disimpan di ranjang Donna atau tiba-tiba ada di depan pintu Angie, padahal gadis itu baru saja melihatnya di kamar Donna. 

Teman dekat mereka, Lou, pun selalu merasa gugup terhadap boneka yang memiliki tampang polos tak berdosa itu. Entah bagaimana ia percaya bahwa Annabelle adalah boneka setan atau boneka yang dirasuki roh atau semacamnya.

Ia selalu menyarankan kedua temannya agar melakukan tindakan pada boneka tersebut. Namun, Donna dan Angie yang pikirannya modern (tak percaya hal-hal semacam takhayul) selalu beralasan bahwa mungkin merekalah yang harus disalahkan atas gerakan boneka itu.

Meski telah mendapat pembelaan, nyatanya kisah boneka Annabelle dengan cepat menjadi lebih menyeramkan. Donna dan Angie mulai mendapat teror berupa catatan di sekitar apartemen mereka.

Anehnya, catatan itu ditulis di kertas perkamen, padahal tak satu pun dari kedua gadis itu pernah menggunakan kertas perkamen sebelumnya.

Catatan tersebut bertuliskan beragam hal, tetapi yang paling umum adalah sesuatu seperti “Help Lou” dan “Help Us”.

Suatu hari, sepulang Donna bekerja, ia menemukan Annabelle tetap berada di tempat terakhir kali ia meletakkannya, yaitu di atas ranjang (dan ini merupakan suatu perubahan karena Annabelle tampak tak berulah seperti biasanya).

Namun, pemikiran itu segera sirna setelah Donna sadar bahwa ada darah di tangan Annabelle (darah yang tampak berasal dari boneka itu sendiri).

Tanpa butuh waktu lama, ia dan Angie segera berpikir bahwa mungkin Lou benar. Sudah waktunya mereka meminta bantuan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan boneka tersebut sebelum segalanya menjadi lebih buruk.

Perlahan, kisah boneka Annabelle mulai terkuak. Salah satunya adalah fakta bahwa tanah tempat kompleks apartemen mereka dibangun dulunya adalah sebuah ladang.

Seorang gadis muda bernama Annabelle, berusia sekitar tujuh tahun, ditemukan tewas di sana bertahun-tahun sebelumnya.

Nah, ketika boneka itu disimpan di apartemen Donna dan Angie, ternyata roh Annabelle masih bergentayangan dan karena ia menyukai boneka tersebut, maka ia memutuskan untuk masuk ke dalamnya.

Begitulah kiranya sehingga tercipta nama “Annabelle Doll”, si boneka setan.

Bukannya semakin takut, Donna dan Angie justru merasa kasihan setelah mengetahui kisah sang boneka yang sebenarnya (tewas sendirian di ladang).

Maklum saja, mereka adalah sosok penyayang. Oleh karena itu, keduanya sepakat untuk tidak memusnahkan boneka tersebut.

Mereka ingin boneka itu tetap ada lantaran mereka tak ingin Annabelle kesepian dan terus-terusan sendiri. 

Sebagai tambahan, Lou adalah satu-satunya orang yang diserang oleh Annabelle sebelum The Warrens dipanggil. Entah apa alasannya.

Mungkin Annabelle tak menyukainya atau mungkin lelaki itu mengingatkannya pada seorang pria yang telah memperlakukannya dengan buruk di semasa hidupnya.

Jadi, bisa dibilang bahwa Annabelle memang sengaja menunjukkan dirinya yang sebenarnya kepada Lou.

Beberapa hal kemudian terjadi, termasuk beberapa mimpi buruk dan “penglihatan” tentang Annabelle, tetapi serangan fisiklah yang akhirnya membuat Donna dan Angie yakin untuk memanggil The Warrens. 

Itu adalah hari di mana Angie dan Lou tengah menghabiskan waktu bersama. Mereka mendengar suara aneh seperti gerakan di kamar Donna, padahal gadis itu sedang tak di rumah.

Keduanya kontan membeku ketakutan, khawatir ada penyusup sebelum mereka akhirnya sadar bahwa gerakan itu sebenarnya berasal dari Annabelle.

Lou memberanikan diri melihat ke dalam kamar Donna dan tak menemukan seorang pun di sana, meskipun boneka Annabelle tampak duduk di kursi alih-alih di tempat tidur di mana seharusnya ia berada.

Lou mendekat ke arah Annabelle dan perasaan aneh seketika merayapinya. Lou tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa di dadanya sebelum ia menyadari bahwa ada serangkaian bekas cakar di sana.

Bekas luka seperti seseorang baru saja menyerangnya dengan garukan kasar. Jelas itu adalah hal menyeramkan karena tak ada seorang pun yang berada di ruangan itu sehingga Lou menyimpulkan bahwa serangan tersebut pasti dari Annabelle.

Anehnya, goresan di dada Lou bisa sembuh hanya dalam waktu dua hari tanpa meninggalkan jejak sama sekali.

Beberapa hari berselang, seorang pendeta akhirnya datang ke apartemen bersama The Warrens. Saat itulah terungkap fakta mengerikan bahwa ternyata tujuan utama Annabelle adalah mengambil jiwa Donna.

Rupanya Annabelle ini adalah iblis dan ia telah telanjur menempel pada boneka itu. The Warrens mengatakan bahwa iblis sebenarnya tidak merasuki barang/benda. Sebaliknya, mereka lebih bernafsu untuk merasuki manusia.

Sang pendeta lantas melakukan “pembersihan” dan The Warrens memutuskan untuk membawa Annabelle pergi. Mereka sepakat untuk pulang dengan melewati jalan belakang karena khawatir jika mereka berkendara di jalan utama, maka Annabelle akan menemukan cara untuk menyebabkan kecelakaan. 

Namun, rupanya meskipun mereka melalui jalan belakang, nyatanya mereka tetap diganggu dengan berbagai masalah mobil di sepanjang perjalanan pulang: power steering gagal, rem macet, dan mesin mobil yang terus-terusan mogok.

Permasalahan-permasalahan tersebut baru berhenti ketika Ed Warren mencipratkan air suci pada Annabelle.

Setelah pasangan suami-istri Warren tiba di rumah, Ed segera meletakkan boneka Annabelle di meja, berpikir bahwa boneka itu akan aman di sana untuk sementara waktu.

Namun, lagi-lagi pemikirannya salah. Annabelle terlihat semakin merangkak naik, melayang. Beberapa saat kemudian, aktivitas itu segera melambat dan akhirnya berhenti sehingga The Warrens berpikir bahwa mungkin iblis itu telah lelah atau semacamnya.

Akan tetapi, lagi-lagi mereka salah karena ternyata Annabelle kembali berulah dengan berpindah-pindah tempat.

Ed dan Lorraine akhirnya kembali menghubungi sang pendeta, yang sayangnya tak menanggapi hal tersebut dengan cukup serius. Sosok itu berkata bahwa Annabelle tak mungkin bisa melukainya karena ia hanya sebuah boneka.

Jelas perkataan itu adalah kesalahan besar. Sang pendeta mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan pulang. Mobilnya terbalik karena remnya blong. Namun, meskipun pendeta itu terluka parah, syukurnya ia berhasil selamat.

Jadi, itulah serangkaian kisah boneka Annabelle yang sampai sekarang sebenarnya masih ada, tetapi dikunci rapat-rapat di dalam sebuah kotak kaca yang dibuat The Warrens agar ia tak lagi bebas berkeliaran di sekitar rumah mereka.

Ada tanda peringatan yang sengaja ditempel di depan kaca tersebut, bertuliskan: “Don’t Touch!” ??disertai dengan tanda silang.

Meskipun demikian, beberapa orang bersaksi bahwa mereka kadang melihat Annabelle bergerak di dalam kotak, menunggu untuk dibebaskan.

Catatan:
Tulisan panjang ini diterjemahkan ke bahasa Indonesia (dan disesuaikan) dari situs https://www.hauntedrooms.co.uk/the-real-annabelle-doll-story-conjuring

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.