Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Muhammad Qodari tak setuju jika mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diangkat menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN).
Ia justru mengusulkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sebagai sosok yang menurutnya tepat memimpin IKN nanti.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ia ingin Kepala Otorita IKN memiliki latar belakang arsitek dan pernah memimpin daerah.
Qodari menyebut terdapat tiga nama tokoh yang memiliki latar belakang tersebut, yakni Ridwan Kamil; mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini; dan Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Danny Pomanto.
Namun, dari tiga nama tersebut, ia lebih condong ke Ridwan Kamil sebagai sosok yang cocok memimpin IKN.
- Pengamat Sebut Golkar-PAN-PPP Koalisi Sempurna: Ada Partai Nasionalis, Islam Tradisional dan Modernis
- Tukang Cendol Aja Dibayar Rp 200.000 Buat Kampanye Jokowi Tiga Periode, Netizen: Bayangkan Berapa Bayaran Qodari?
- Tak Setuju Ahok Jadi Kepala Otorita IKN, Qodari: Punya Kelemahan Mendasar soal Komunikasi
- Singgung Khilafah, Chico Hakim Tegas Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
- Qodari Usulkan Jokowi-Prabowo 2024 agar Jin-Jin Politik Identitas Dapat Dimasukkan Kembali ke Dalam Botol
“Karena dia terbukti bisa membawa suasana baru penataan kota di Bandung kemudian komunikasinya baik, lancar dan komunikatif dengan berbagai pihak,” katanya pada Minggu, 30 Januari 2022.
“Kemudian dia bukan hanya pernah memimpin kota Bandung tapi sudah menjalankan kepemimpinan di Jawa Barat, sebuah provinsi besar dengan tanggung jawab besar, dan budget yang besar,” tambahnya.
Adapun soal Ahok, Qodari menilai Komisaris Utama Pertamina tersebut tak cocok menjadi Kepala Otorita IKN.
Pasalnya, ia menilai Ahok memiliki kelemahan mendasar dalam hal komunikasi yang berpotensi menimbulkan masalah.
“Saya kurang sependapat kalau Pak Ahok ya. Karena kalau Pak Ahok ini kan punya kelemahan mendasar soal komunikasi,” katanya.
Qodari menilai bahwa seorang pejabat publik tidak hanya harus bisa bekerja dengan baik, namun juga harus mampu berkomunikasi dengan baik.
“Pak Ahok bisa kerja baik, tapi komunikasinya buruk,” katanya.
Kalau pejabat publik memiliki kemampuan berkomunikasi yang buruk, kata Qodari, maka kerja baiknya bisa tenggelam.
“Bahkan bisa menimbulkan masalah yang tidak perlu seperti yang terjadi di Jakarta,” katanya.
Qodari menilai bahwa Ahok lebih cocok bekerja di sektor swasta yang tidak bersentuhan dengan proyek strategis publik.
Jika Komisaris Utama Pertamina itu ditempatkan menjadi Kepala Otorita, Qodari khawatir akan timbul konfrontasi yang bahkan bisa berpengaruh terhadap pembagunan IKN.
“Jadi, saya khawatir akan menimbulkan konfrotasi yang membuat pembangunan IKN ini akan terkendala,” kata Qodari.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
