Tak Terima Dituduh Selingkuh, Ayah Kandung Aniaya Bayi 5 Bulan Hingga Tewas

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Sumber foto: detik.com

Terkini.id, Ngawi-Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan fenomena sosial yang telah berlangsung lama dalam sebagian rumah tangga di dunia, termasuk di Indonesia.

Jika selama ini kejadian tersebut nyaris tidak terdengar, hal itu lebih disebabkan adanya anggapan dalam masyarakat bahwa kekerasan dalam rumah tangga merupakan peristiwa domestik yang tabu untuk dibicarakan secara terbuka.

Secara tidak langsung diamnya korban KDRT khususnya perempuan dan anak, menimbulkan polemik panas dalam rumah tangga itu sendiri.

Baru-baru ini tersebar berita berdarah menimpa bayi malang berusia 5 bulan terjadi di Kecamatan Kasreman, Ngawi, Jawa Timur. Pembunuhnya adalah ayah kandungnya sendiri.

Bayi berusia 5 bulan ini meninggal secara tidak wajar setelahdipukuliayah kandungnya sendiri hingga tewas. Hal ini menambah daftar hitam kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Menarik untuk Anda:

Kali ini korbannya adalah Andini Ayuningtyas. Sesuai namanya, seorang bayi cantik tak berdosa ini mati sia-sia ditangan ayah kandungnya sendiri lantaran pertengkaran orang tuanya.

Bayi itu bernama Andini Ayuningtyas, warga Dusun Konten, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Ngawi Jawa Timur.

Sebagaimana dilansir detik.com, Senin 4 November 2019, menurut keterangan Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu, dari hasil visum memang ada beberapa luka akibat kekerasan.

Tidak terima dituduh selingkuh oleh istrinya, pria yang berprofesi sebagai sopir truk ini naik pitam. Pertengkaran pun tak terhindarkan. Emosi pria 31 tahun yang kesal dituduh selingkuh. Kemarahan ayahnya kian memuncak ketika putrinya terus menangis. Pelaku ini pun melampiaskan amarah dengan memukuli korban.

“bayi itu mengembuskan napas terakhir pada Minggu 3 November 2019 saat menjalani perawatan di Puskesmas Ngawi Purba,” kata Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu.

“hasil visum menunjukkan adanya bekas pukulan di wajah, kepala dan punggung, akibat pukulan Ayah kandung korban Muhammad Juniarto (32),” sebut Pranatal,

“Dengan temuan luka lebam di wajah, kepala serta punggung bayi. Dan pelaku diduga memukul bayi kandungnya itu,” paparnya.

Menurut keterangan pihak kepolisian Sektor Ngawi penganiayaan itu terjadi pada Sabtu 2 November 2019 sekitar pukul 08.00 WIB.

“Untuk kejadianpenganiayaansekitar pukul 08.00 WIB. Sedangkan alat yang digunakan untuk melakukan penganiayaan kita masih lakukan penyelidikan,” lanjutnya.

Pranatal menambahkan, saat ini pelaku telah ditahan dan menjalani pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah saksi lain.

Kendati menyesali perbuatannya pada anak yang paling dicintainya, MJ sebagai orang tua kandungnya harus bertanggungjawab. Dan kini harus merasakan dinginnya jeruji besi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Perkumpulan Wallacea Berbagi Pengetahuan Tentang Kapasitas CSO Luwu Utara

KLHK Sulsel Turunkan Tim Tanggap Darurat Bantu Korban Gempa Sulbar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar