Lebih lanjut, Ngajib menyebut bahwa pihaknya menghadirkan ahli penerjamah bahasa saat meminta keterangan dari korban lantaran korban memiliki keterbatasan pendengaran.
“Korban memiliki keterbatasan pendengaran, sehingga dihadirkan ahli penerjemah bahasa untuk mengungkap kasus ini,” jelasnya.
Kasus dugaan pemerkosaan tersebut terungkap usai korban mengaku kepada keluarganya bahwa dirinya telah dilecehkan bahkan disetubuhi oleh seorang guru pria di sekolahnya.
Setelah mendengar pengakuan tersebut, keluarga korban pun melaporkan oknum guru itu ke Polrestabes Makassar.
“Keponakanku mengaku bahwa sudah pernah disetubuhi, bukan cuma permasalahan remas payudara seperti laporanku di awal,” ujar HJ, tante korban kepada wartawan.
- IKAFE Unhas Ingatkan Ancaman 'Drifting Economy', Stabilitas Bisa Kehilangan Daya Dorong Transformasi
- Honda ADV Chapter Gowa dan Gowata Sakti Motor Gelar Aksi Sosial di Masjid Al Arif
- Kolaborasi dengan Sumitomo Forestry, Summarecon Hadirkan Cluster Rinoka di Makassar
- Pemkab Jeneponto Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Nasional, Tekankan Pendidikan Anti Korupsi dan Integritas
- Kejar Akreditasi Unggul, Prodi D3 Hortikultura Polbangtan Kementan Jalani Asesmen Lapangan
Menurut HJ, keponakannya itu juga sempat diancam oleh pelaku agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain.
“Keponakanku ketakutan karena diancam dari terduga pelaku gurunya,” ungkapnya.
Kepada keluarganya, siswi disabilitas di SLB Makassar itu mengaku diperkosa oleh guru berinisial A tersebut di toilet sekolah.
“Dia bilang dengan bahasa isyarat lokasinya di WC sekolah,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
