Masuk

Tanggapan Anies Baswedan Soal ‘Kekuatan Tangan Tak Terlihat’ di Kasus Formula E yang Menjeratnya

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pembicaraan soal kasus Formula E yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan semakin menghangat.

Pasalnya setelah capres yang diusung NasDem ini hadir memenuhi panggilan dari KPK. Dalam penyelidikan dugaan korupsi Formula E, pihak KPK Berubah sikap setelah menginterogasi Anies Baswedan berjam-jam.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan KPK sedang mempertimbangkan untuk membuka penyelidikan Formula E ke publik. Supaya tidak ada kecurigaan kriminalisasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Baca Juga: Anies Baswedan Bakal ke Makassar Sapa Masyarakat Sulsel 10-11 Desember 2022

Selanjutnya, perkataan Wakil Ketua KPK tersebut dikoreksi oleh Karyoto, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK. Ia berkata KPK tidak akan membuka hasil penyelidikan ke publik.

“Kalau kami membuka-buka itu tidak tepat juga. Nanti setiap orang yang ini, ini, ini, oh ini yang kemarin ini padahal dia sifatnya… Kadang-kadang ada yang diminta datang juga, dia tak paham, ya kembali lagi. Mungkin dia punya data. Informasi apa. Dikaitkan dengan hal-hal yang sedang dicari.” Ucap Karyoto, Selasa 4 Oktober 2022.

Sementara itu, menanggapi rasa penasaran publik. Anies mengaku tidak melihat adanya kekuatan tangan tak terlihat (invisible hands) yang berusaha menaikkan penyelidikan Formula E ke tingkat penyidikan. Ia meyakini selama tidak ada pelanggaran, maka tidak akan ada yang bisa dipaksakan.

Baca Juga: Kantor DPW NasDem Dilempar Telur Busuk Saat Anies di Aceh, PKS: Harus Diusut

“Saya yakin bahwa semua yang ada di KPK itu akan bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Saya yakin mereka ini orang-orang berintegritas. Kan itu mereka bawa nama KPK, jadi ada batas di mana segala macam tekanan itu apa pun tekanan itu akan terhenti ketika integritas itu terjaga.” Ucap Anies. Dikutip Terkini.id dari CNN Indonesia TV.

Anies Baswedan yang akan habis masa jabatannya di DKI yakin bahwa KPK bisa menghadapi seluruh intervensi politik dari mana pun untuk memenuhi muruah sebagai lembaga penegak hukum.

Terlebih lagi, sejak dulu Anies telah bekerja sama dengan KPK pada berbagai kesempatan. Termasuk menjadi ketua komite etik dan bagian dari Tim 8. Dalam kerja sama itu, Anies mengaku para pegawai KPK adalah para pekerja profesional yang diyakininya sampai saat ini.

“Saya yakin KPK itu sanggup untuk menghadapi intervensi politik dari mana pun. Karena nature-nya ya ini adalah lembaga penegakan hukum dan saya yakin KPK sampai sekarang masih bisa bertahan untuk menjalankan setiap langkahnya secara profesional,” ungkapnya.

Baca Juga: Soal Politik Identitas, PKB: Sedang Dibuat Pembusukan Kepada Anies Baswedan

Anies juga menegaskan tidak menerima uang sepeserpun dalam penyelenggaraan Formula E di Jakarta. Ia menambahkan dalam setiap rapat yang digelar di acara itu, juga selalu direkam. Jadi tidak ada upaya untuk menutupi apapun.