Terkini.id, Jakarta – Wahyu Utomo selaku Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memberikan komentarnya terkait cost over run alias bengkaknya biaya kereta cepat Jakarta-Bandung.
Namun demikian, hingga saat ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru membicarakan soal kewajiban pemerintah yaitu pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
“Terkait hal ini, temen-teman dari Kemenkeu baru membahas yang merupakan bagian kewajiban kita untuk kontribusi dalam pembangunan, bukan cost over run,” ujar Wahyu Utomo, dikutip dari viva.co.id, Kamis 28 Juli 2022.
Sementara untuk masalah cost over run yang terdapat pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan terus dibahas.
Pemerintah berharap kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan bisa dioperasikan pada tahun 2023.
“Kalau cost over run lagi dibahas, dan saya nggak tahu ini apakah akan dibahas oleh Pak Presiden. Mudah-mudahan di tahun 2023 (bisa dioperasikan),” tutur Wahyu Utomo.
Lebih lanjut lagi, untuk saat ini proses pembangunan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mulai berjalan.
“Mungkin yang sedang dikerjakan adalah di deponya. Stasiun-stasiun juga sudah mulai dikerjakan kereta cepat,” ucap Wahyu Utomo.
Sebagai informasi, Didiek Hartantyo selaku Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia mengumumkan hasil temuan pembengkakan biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung senilai US$1,1 miliar hingga US$1,9 miliar.
“Cost kereta cepat ini 6 miliar dolar pada awalnya. Nah estimasi cost overrun cukup banyak, totalnya bisa mencapai 1,176 miliar Dolar AS sampai 1,9 miliar Dolar AS,” kata Didiek Hartantyo.
Pembengkakan biaya pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini terjadi karena pembebasan lahan, Engineering, Procurement and Construction (EPC) dan relokasi jalur.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
