Tanggapi Kondisi WNI ISIS, Ferdinand Hutahaean: Biarkan Saja Mereka Mati

Terkini.id, Jakarta – Mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi informasi dari BNPT terkait kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung di jaringan terorisme internasional ISIS.

Ferdinand Hutahaean pun lewat cuitannya di Twitter, Kamis 16 September 2021, menilai tidak masalah apabila WNI ISIS itu mati di Suriah.

Hal itu, menurut Ferdinand, lantaran mereka bukan lagi warga negara Indonesia melainkan mantan WNI.

Baca Juga: Henry Subiakto Diusulkan Jadi Jubir Baru Presiden Jokowi, Setuju?

“Biar saja mereka mati disana..!! Mereka bukan lagi WNI tapi Ex WNI,” cuit Ferdinand Hutahaean.

Dalam cuitannya itu, Ferdinand Hutahaean juga menyertakan link artikel pemberitaan berjudul ‘BNPT Buka Data Kondisi WNI Gabung ISIS: 21 Dipenjara, 377 Belum Diketahui’.

Baca Juga: Sindir Musni Umar, FH: Kasihan Sekali Bapak Ini, Gelar Panjang,...

Mengutip Detik, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengungkapkan data terkini jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak propaganda ISIS. Menurutnya, lebih dari 300 WNI tak diketahui keberadaannya di Suriah.

“Foreign terorist fighter ini berkaitan dengan WNI yang terjebak propaganda ISIS dan mereka telah berangkat bersama istri dan anak. Kalau kami lihat pendataannya berdasarkan kerja sama dengan jaringan intilejen yang ada termasuk ICRC,” kata Komjen Boy Rafli Amar dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR RI.

Ia pun merinci sebanyak 1.251 WNI berada di Suriah dan Irak. 111 orang meninggal dunia, 195 orang sudah kembali ke Indonesia dan deportan sebanyak 556 orang.

Baca Juga: Sindir Musni Umar, FH: Kasihan Sekali Bapak Ini, Gelar Panjang,...

“Berada di zona konflik terdata 1.251 orang (di Suriah dan Irak) kemudian data meninggal dunia 111 orang, bertindak sebagai returnis artinya sudah kembali 195 orang, deportan 556 orang. Jadi total ada 2.113 orang,” jelasnya.

Selain di Suriah dan Irak, kata Boy, ada WNI yang terjebak aktivitas terorisme di Filipina. Di negara tetangga Indonesia itu, lebih dari 30 orang tercatat terjebak aktivitas terorisme.

“Kemudian di Filipina. Jadi ada juga warga negara yang melakukan aktivitas terjebak aksi terorisme, berada di zona konflik sekitar 13 orang, meninggal dunia 11 orang, sebagai returnis 4 orang, deportan 7 orang, dan (total) 35 orang,” ungkapnya.

Boy Rafli juga membeberkan bahwa ada lebih dari 300 WNI terjebak propaganda ISIS, sementara puluhan lainnya dipenjara di Suriah.

“Di Suriah sendiri terdapat 529 WNI. Yang tersebar di camp 115 orang, pada penjara 21 orang, perbatasan Turki ada 16 orang dan belum diketahui di mana keberadaan mereka saat ini diperkirakan, berdasarkan informasi yang kami susun, 377 orang,” ujarnya.

Bagikan