Tanggapi KRI 402 Kirim Sinyal Perang, Nicho Silalahi: Janggal, Apa Pergoki Kapal Lain hingga Sengaja Ditenggelamkan?

Tanggapi KRI 402 Kirim Sinyal Perang, Nicho Silalahi: Janggal, Apa Pergoki Kapal Lain hingga Sengaja Ditenggelamkan?

FR
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), yakni Nicho Silalahi, menanggapi informasi KRI Nanggala 402 yang disebut sempat mengirim sinyal perang tempur sebelum tenggelam. 

Menurutnya, hal tersebut sangat janggal hingga ia berpikiran liar apakah KRI 402 memergoki kapal selam lain, yang mana artinya mereka tak tenggelam by accident, tapi memang sengaja ditenggelamkan. 

Seperti diketahui, sebelumnya Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, menyampaikan bahwa KRI Nanggala-402 sempat mengirimkan sinyal atau isyarat perang tempur sebelum masuk ke dalam permukaan laut dan akhirnya tenggelam.

Pernyataan tersebut ia sampaikan sebagai dugaan bahwa kapal selam KRI Nanggala-402 tidak mengalami blackout (mati listrik).

Artinya, sistem kelistrikan dari kapal selam KRI Nanggala-402 masih berfungsi alias menyala. 

Baca Juga

Jika demikian, menurut Yudo, maka cadangan oksigen di kapal selam KRI Nanggala-402 bisa mencapai lima hari, bukan tiga hari. 

“Isyarat-isyarat untuk perang tempur, perang menyelam ini masih terdengar dari kapal penjejak Kopaska yang jaraknya 50 meter dari kapal selam tersebut,” katanya seperti dikutip terkini.id dari Pikiran Rakyat melansir Antara pada Selasa, 27 April 2021.

Nah, kabar adanya isyarat perang tempur dari kapal selam KRI Nanggala-402 inilah yang kemudian menjadi sorotan aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Nicho Silalahi.

Tampaknya, Nicho memiliki kejanggalan atas penyebab tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 hingga ia pun melontarkan beberapa pertanyaan.

Adapun pendapat tersebut disampaikan Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya Nicho_Silalahi pada hari Minggu, 25 April 2021.

“Jika begini makin liar lagi pikaranku. Apa mereka memergoki ada kapal selam pihak lain? Apa latihan tembak terpedo itu cuma sebatas alibi untuk menutupi malu doank? Semoga rekaman percakapan antara KS dengan pusat komando diungkap ke publik, sebab sangat janggal bagiku,” ujarnya.

Sebelumnya, Nicho Silalahi juga turut menanggapi penemuan serpihan KRI Nanggala-402 yang menjadi bukti autentik menuju fase tenggelamnya kapal selam tersebut.

“Dengan ditemukannya serpihan justru Semakin Membuat naluri liarku berpikir jauh, benarkah kapal selam itu tenggelam atau sengaja ditenggelamkan oleh kapal lain?” duganya.

Seperti diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang pada Rabu, 21 April sekitar pukul 3.00 WITA.

Komunikasi terakhir dengan kapal selam tersebut berlangsung pada saat komandan gugus tugas latihan akan memberi otorisasi penembakan torpedo.

Dalam konferensi pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu, penemuan komponen yang diyakini milik kapal selam KRI Nanggala-402 adalah bukti autentik kapal tersebut tenggelam.

“Unsur-unsur TNI Angkatan Laut, selain telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti autentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala-402,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Adapun komponen-komponen yang sudah ditemukan milik KRI Nanggala berupa benda berwarna hitam yang merupakan bagian komponen peluncur torpedo, alas salat, spons atau busa penahan panas, serta benda berwarna putih yang merupakan pembungkus pipa pendingin dan ada tulisan Korea Selatan, lalu terakhir ada botol mineral cairan warna oranye, yaitu grease yang digunakan untuk melumasi naik turunnya periskop.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.