Tanggapi Pernyataan Pandji Pragiwaksono Soal FPI, Denny Siregar: NU dan Muhammadiyah Bisa Tersinggung

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menanggapi soal pernyataan aktor Pandji Pragiwaksono terkait ormas Front Pembela Islam (FPI) yang telah dibubarkan oleh pemerintah.

Lewat cuitannya di Twitter, Rabu 20 Januari 2021, Denny Siregar mempertanyakan dasar pemikiran pernyataan Pandji Pragiwaksono yang menilai FPI disukai masyarakat karena selalu membantu warga.

Sementara dua ormas Islam terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, kata Pandji, malah jauh dari masyarakat.

Denny Siregar pun memperingatkan Pandji agar berhati-hati dengan pernyataannya itu lantaran bisa membuat NU dan Muhammadiyah tersinggung.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Mas pandji ini dasar pemikirannya darimana? Apa cuma denger ceritanya orang FPI doang? Hati-hati lho, nahdlatululama dan muhammadiyah bisa tersinggung dengar ucapan begini,” cuit Denny Siregar.

Baca Juga: Dituding Denny Siregar Jadi Provokator Kasus Nakes Siantar, Tengku Zul:...

Dalam cuitannya itu, Denny Siregar juga membagikan link artikel pemberitaan berjudul “Pandji Pragiwaksono: FPI Disukai Karena Selalu Bantu Masyarakat, NU dan Muhammadiyah Tidak” yang dimuat situs Fin.co pada Rabu, 20 Januari 2021.

Dalam isi artikel pemberitaan itu disebutkan, aktor sekaligus komedian Pandji Pragiwaksono menilai langkah pemerintah membubarkan organisasi Front Pembela Islam (FPI) bukan langkah yang tepat.

Pasalnya, kata Pandji, akan muncul para simpatisan FPI ini dengan bentukan ormas yang berbeda.

Baca Juga: Kasus 4 Nakes Mandikan Jenazah Dihentikan, Denny Siregar: Terima Kasih...

“Ngebubarin itu percuma, karena nanti akan ada yang lain lagi, Front Pejuang Islam atau lainnya. Ngebubarin percuma kayak nutup situs bokep, entar juga kebuka lagi gak ada ujungnya gitu,” ujar Pandji ketika berdiskusi secara virtual dengan dua mantan anggota FPI, seperti dilansir dari chanel Youtube miliknya.

Pandji Pragiwaksono mengatakan bahwa di masyarakat ada banyak para simpatisan FPI, terlebih lagi di kalangan bawah.

Menurutnya, hal itu karena FPI selalu ada ketika masyarakat kalangan bawah meminta bantuan. Adapun pendapat tersebut, kata Pandji, ia dengar dari Sosiolog Thamrin Amal Tomagola.

“FPI itu dekat dengan masyarakat. Ini gue dengar dari Pak Thamrin Tomagola, dulu tahun 2012, kalau misalnya ada anak mau masuk di sebuah sekolah, kemudian gak bisa masuk, itu biasanya orang tuanya datangi FPI minta surat. Dibikinin surat ke FPI, dibawa ke sekolah, itu anak bisa masuk, terlepas dari isi surat itu menakutkan atau tidak, tapi nolong warga gitu,” ungkap Pandji.

Dalam isi artikel pemberitaan yang dibagikan Denny Siregar tersebut, Pandji Pragiwaksono juga menilai FPI terkenal dan disukai di masyarakat kalangan bawah karena para elit dari ormas Islam besar yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah jauh dari masyarakat.

“FPI itu hadir gara-gara dua ormas besar Islam (NU dan Muhammadiyah) jauh dari rakyat. Mereka elit-elit politik. Sementara FPI itu dekat. Kalau ada warga yang sakit mau berobat gak punya duit ke FPI, kadang-kadang FPI ngasih duit, kadang FPI ngasih surat. Suratnya dibawa ke dokter jadi diterima,” ujarnya.

Bagikan