Tanggapi Prof Henry, Nicho Silalahi: Hanya Orang Tolol dan Penjilat yang Mau Muji-Muji Penikmat Pajak Rakyat

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Nicho Silalahi menanggapi unggahan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Profesor Henry Subiakto yang bertemu dengan Polisi Cyber Crime.

Dalam tanggapannya, Nicho Silalahi menyinggumg bahwa hanya orang tolol dan penjilat yang mau memuji-muji penikmat pajak rakyat.
 
Adapun dalam unggahannya, Prof Henry mengatakan bahwa ada kultur berkembang di era digital, di mana kegaduhan di media sosial membuat banyak orang sensitif. 

“Dikit-dikit ingin menghukum yang berseberangan,” katanya melalui akun Twitter @henrysubiakto pada Kamis, 21 Oktober 2021.

Baca Juga: Dukung Rizal Ramli Jadi Capres, Nicho Silalahi: Aku Berdiri Bersama...

Hal ini, kata Prof Henry, nampak dengan banyaknya laporan masyarakat yang masuk ke polisi. 

“Saya sendiri sampai sekarag belum pernah lapor. Walau tiap saat ketemu polisi cyber crime di kantor, seperti hari ini,” katanya.

Baca Juga: Rizal Ramli Minta Dukungan Jadi Capres RI, Nicho Silalahi Sebut...

Nicho Silalahi lalu menanggapi bahwa narasi Prof Henry itu menunjukkan bahwa ia sangat butuh pengakuan publik agar terlihat sebagai orang penting yang dimintai keterangannya.

“Sayangnya netizen terlalu cerdas sehingga muncul caci maki,” kata Nicho Silahahi.

“Oh ya Prof, hanya orang TOLOL dan PENJILAT yang mau Muji Muji Penikmat pajak rakyat,” tambahnya.

Baca Juga: Rizal Ramli Minta Dukungan Jadi Capres RI, Nicho Silalahi Sebut...

Ditelusuri Terkini.id, unggahan Prof Henry itu memang banyak dikomentari oleh netizen dan juga pihak lainnya.

Salah satu yang mengomentari unggahan itu, yakni dosen Cross Culture Institure, Ali Syarif.

“Lha, ketinggalan lagi. Polisi sudah berubah paradigmanya. Se-abreg-abreg laporan pelanggaran UU ITE, tidak digubris Polisi,” kata Ali Syarief

“Bahkan sekarang Kapolri sudah memerintahkan kepada aparatnya, supaya terbuka dengan kritik,” lanjutnya.

Nicho Shilalahi pun menimpali sindiran dari Ali Syarief kepada Prof Henry tersebut.

Ia menyindir bahwa  “Profesor bloon yang ketinggalan informasi” itu lalu membanggakan diri tidak pernah melapor.

“Padahal di medsosnya sangat songong akan menggunakan hak hukumnya untuk mengancam netizen,” kata Nicho.

“Sialnya, prof bloon itu malah bangga mentok di staf ahlinya untuk menikmati pajak rakyat,” sambungnya.

Bagikan