Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi menanggapi seruan ekonom senior, Rizal Ramli untuk mengembalikan masa-masa emas demokrasi di Indonesia.
Nicho Silalahi mengaku siap untuk merebut kembali kedaulatan rakyat, meski harus kehilangan segalanya, bahkan nyawanya.
“Siap dalam barisan untuk merebut kembali demokrasi bang,” katanya melalui akun pribadinya pada Kamis, 11 November 2021.
“Meskipun dalam perebutan itu aku harus kehilangan segalanya bahkan nyawaku, maka Kupastikan aku siap bang,” tambahnya.
Nicho Silalahi memiliki prinsip bahwa perjuangan merebut kedaulatan rakyat itu harus dilakukan “sekarang” dan oleh “kita”.
- Bawaslu dan MK Disebut tidak Bisa Selesaikan Dugaan Kecurangan Pemilu, Aktivis ini Ajak Makzulkan Jokowi
- Kekayaan Nicke Widyawati jadi Sorotan, Nicho Silalahi: Yang Dilaporkan Aja Segini!
- Nicho Silalahi Ke Erick Thohir: Kalau Udah Tahu Bodoh Ya Mundur!
- Nicho Silalahi Kritik Keras Pengesahan RKUHP: Selamat Datang Orba Bertopengkan Merakyat
- Puan Maharani Hadiri Muktamar Muhammadiyah, Nicho Silalahi: Buat Apa Kalian Undang!
“Kalau bukan sekarang kita rebut kapan lagi? Kalau bukan kita yang rebut lalu siapa lagi? Rebut kembali kedaulatan rakyat,” katanya.
Adapun dalam cuitannya, Rizal Ramli mengatakan bahwa Indonesia diubah dari sistem otoriter ke demokrasi pada reformasi 1998.
“Setelah itu digantikan oleh Habibie dan Gus Dur,” kata mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya era Presiden Joko Widodo ini.
Rizal Ramli menilai bahwa tahun 1998-2001 merupakan masa emas demokrasi di Indonesia.
Mantan Menko Ekuin ini mengatakan bahwa ketika itu, ekonomi pulih.
Sayangnya, menurut dia, masa emas demokrasi ini tak bertahan lama.
“Mari Bung rebut kembali,” seru Rizal Ramli.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
