120 Calon Haji Kloter 21 Asal Takalar Gelar Dzikir dan Sholat Taubat Bersama Sebelum Bertolak ke Tanah Suci
Terkini, Takalar – Langit pagi di Takalar masih basah oleh embun ketika satu per satu calon jamaah haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Muhajirin memadati masjid tempat pengajian mereka.
Suara dzikir menggema, mengiringi ratusan wajah yang menunduk khusyuk dalam salat sunnah taubat. Tangis mereka pecah, satu demi satu.
Hari ini, Sabtu 3 Mei, menjadi momentum spiritual yang menggetarkan bagi 120 orang calon haji asal Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Mereka tergabung dalam kloter 21 dan akan bertolak ke Tanah Suci pada 15 Mei 2025 mendatang.
Kegiatan pra-keberangkatan ini dipimpin langsung oleh K.H. Hasid Hasan Palogai—ulama kharismatik Takalar sekaligus ketua KBIHU Nurul Muhajirin dan Pembimbing Ibadah Haji Daerah (TPHD) Takalar tahun ini.
- Pendaftaran APINDO Run Festival 2026 Mulai Dibuka, Hadirkan Kategori 3K dan 5K, Hadiah Ratusan Juta Menanti
- Jejak H Paris Yasir, Pemimpin yang Meruntuhkan Sekat, Berjalan Langkah Sejajar Bersama Rakyat Turatea
- Ramadhipa Siap Hadapi Tantangan Baru di Moto3 Junior World Championship 2026
- Jejak Satgas TMMD Ke128 di Tanah Turatea, Merajut Harapan, Hadirkan Kepastian Ekonomi Warga Pelosok Desa
- UMI Masuk Tiga Besar Kampus Terbaik di Makassar Versi SINTA 2026, Prof Hambali: Buah Ketulusan Sivitas Akademika
Dalam suasana haru, para jamaah menggelar dzikir bersama, memanjatkan doa keselamatan, kesehatan, dan kelancaran ibadah. Targetnya satu: pulang dengan gelar haji mabrur.
“Saya ingin mereka bukan hanya siap secara teknis, tapi juga secara spiritual dan emosional. Shalat taubat ini menjadi pengingat bahwa haji bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan batin,” ujar K.H. Hasid kepada di sela acara.
Suasana menjadi syahdu ketika doa-doa mulai dipanjatkan. Banyak jamaah terisak, meratapi dosa masa lalu. Beberapa masih duduk tafakur bahkan setelah acara berakhir, larut dalam munajat panjang.
Seorang ibu paruh baya tampak memeluk mushaf Al-Qur’an erat-erat, matanya sembab, mulutnya komat-kamit menyebut Asma Allah.
Ritual ini bukan sekadar simbol. Di tengah antusiasme menyambut ibadah puncak umat Islam ini, KBIHU Nurul Muhajirin menekankan pentingnya kesiapan ruhani.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
