Taruna Tewas Dianiaya, Kemenhub Ganti Direktur ATKP dan Rombak Internal Kampus

Terkini.id, Jakarta — Kasus penganiayaan seorang taruna Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar berbuntut.

Kementerian Perhubungan akhirnya menonaktifkan Direktur ATKP, Agus Susanto setelah tewasnya taruna yang diduga dianiaya oleh seniornya tersebut.

Seperti diketahui, ATKP Makassar merupakan sekolah perhubungan kedinasan di bawah Kemenhub.

Taruna ATKP Makassar tersebut, yakni Aldama Putra (19), sebelumnya dikabarkan meninggal dunia karena diduga mengalami tindak kekerasan oleh seniornya, Muhammad Rusdi yang berusia 21 tahun, pada Minggu 3 Februari 2019.

Muhammad Rusdi Diskors

Kemenhub juga telah menskors Rusdi dan menyerahkan yang bersangkutan ke kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah kami melakukan investigasi dan pertemuan internal, kami memutuskan menonaktifkan Direktur ATKP Makassar dan menskors satu orang untuk menjalani pemeriksaan pihak kepolisian,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan pers yang diterima terkini.id, Minggu 10 Februari 2019.

Budi menjelaskan hasil investigasi internal menunjukkan telah terjadi penyimpangan terhadap sistem dan prosedur yang berlaku, sehingga mengakibatkan kematian pada taruna ATKP Makassar.

Rombak Internal Kampus

Hasil investigasi internal ini membuat Kemenhub langsung merombak personel di ATKP Makassar. Kemenhub juga menunjuk pelaksana tugas Direktur ATKP Makassar.

“Berdasarkan hasil investigasi internal, kami memutuskan untuk melakukan pergantian personel terhadap seluruh lini di ATKP Makassar yang terlibat pada saat kejadian,” tutur Budi.

Ia menyatakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) yang menaungi sekolah perhubungan di seluruh Indonesia akan menerapkan aturan, serta yang berlaku untuk mencegah kekerasan di dalam kampus atau antar taruna.

“Pembenahan pola pengasuhan dan sosialisasi secara terus menerus telah disampaikan oleh dosen, para pengawas dan unsur kampus/sekolah kepada para taruna setiap mengajar. Kami selalu ingatkan bahwa budaya kekerasan bukanlah hal yang benar,” ucap Budi.

Ia menambahkan BPSDMP telah menyiapkan langkah-langkah perbaikan SOP dan peningkatan pengawasan agar kejadian yang sama tak terulang lagi. Kemenhub juga akan menambahkan tenaga-tenaga pengawas dan pengasuh taruna pada sekolah kedinasan di lingkungan Kemenhub.

Berita Terkait
Komentar
Terkini