Taufan Pawe: Lokasi Pembangunan RS HAH Bukan Reklamasi tapi Tanah Tumbuh

Walikota Parepare, DR HM Taufan Pawe, menerima kunjungan dari Tim I Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, dalam rangka melakukan kunjungan kerja di Rumah Sakit Regional dr Hasri Ainun Habibie, pada kamis 5 Maret 2020.
Walikota Parepare, DR HM Taufan Pawe, menerima kunjungan dari Tim I Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, dalam rangka melakukan kunjungan kerja di Rumah Sakit Regional dr Hasri Ainun Habibie, pada kamis 5 Maret 2020.

Terkini.id, Parepare – Walikota Parepare, DR HM Taufan Pawe, menerima kunjungan dari Tim I Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, dalam rangka melakukan kunjungan kerja di Rumah Sakit Regional dr Hasri Ainun Habibie, pada Kamis 5 Maret 2020 kemarin.

Dalam penyampaiannya Walikota Parepare, DR HM Taufan Pawe, memaparkan terkait Pembangunan RS Regional dr Hasri Ainun Habibie (HAH), berada dalam kawasan tanah tumbuh, jadi bukan kawasan reklamasi.

“Bangunan ini sumber tanahnya sangat jelas yakni berada diatas tanah tumbuh, sehingga tidak perlu ada yang kita khawatirkan, karena tahapannya tidak melalui proses reklamasi,”katanya.

Taufan, menjelaskan, awal mula dirinya berfikir untuk hadirkan RS dr Hasri Ainun Habibie, karena melihat dari kebutuhan dari tahun ke Tahun semakin mengalami beban yang berat, bagi RSUD Andi Makkasau, dan banyaknya tindakan rujukan yang harus menambah beban RSUD.

“Karena beban yang cukup berat dialami RSUD Andi Makkasau, maka kemudian kita berfikir untuk menghadirkan RSUD yang terkhusus untuk masyarakat Kota Parepare, dan bahkan kita ingin persiapkan untuk menjadi RS Rujukan utara Sulsel, maka kemudian dengan modal itu saya menyurat ke Pemerintah Pusat,”ungkapnya.

Mantan Praktisi Hukum ini, menjelaskan, jika dengan modal SDM yang ada dan kesiapan wadah untuk itu kemudian, Pemerintah Pusat memberikan perhatiannya melalui bantuan sebanyak 41 Milyar pada tahun 2015, namun itu digunakan untuk melakukan pemancangan, karena berada diatas tanah labil sehingga pemancangan dilakukan dengan kedalaman 70-80 meter.

“Pada tahun 2016 terjadi penurunan bantuan dan hanya sebanyak Rp19 miliar saja, bahkan pada tahun berikutnya yakni tahun 2017-2018 kami sama sekali tidak dapat anggaran, karena pada saat itu kondisi negara kita tengah berada dalam keuangan yang fiskal, sehingga dana perbatuan tersebut terhenti. Namun karena upaya besar dan keinginan yang besar serta doa dari masyarakat Kota Parepare, sehingga kita dapat bentuak pada tahun 2019 melalui keuangan Provinsi Sulsel,”jelasnya.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Walikota Taufan Pawe Minta Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Vidcon Kemendagri, Ini yang Dibahas Walikota Parepare

Taufan Pawe Bilang Setiap Kebijakan Pemerintah Pusat Kami Pasti Akomodir

Begini Cara DLH Parepare Sikapi Aduan Warga

TP Bersama Forkopimda Parepare Pantau Pengalihan Arus di Perbatasan

THR dan Gaji 13 Tengah Dikaji di Tengah Pandemi Corona, Berikut Tanggapan Taufan Pawe

RSUD Andi Makkasau Parepare Ditunjuk Laksanakan TCM Covid-19, Hanya Tiga di Sulsel

Pemkot Parepare Bakal Lakukan Penambahan Box Disinfektan di Pasar Lakessi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar