Terkini.id, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Kasrudi menyoroti sikap Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin lantaran memilih tes rapid ketimbang tes usap.
Langkah itu dinilai tak memberikan contoh yang baik dalam mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Kota Makassar.
“Harusnya Pj Wali Kota Makassar melakukan swab bukan rapid test. Rapid test tak bisa mengukur apakah dia Corona atau tidak,” kata Kasrudi, Senin, 21 September 2020.
Politisi partai Gerindra tersebut menyebut sebagai pimpinan yang sering berinteraksi dengan banyak orang, seharusnya Rudy memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.
“Jangan sampai dia tidak menjalankan imbauannya sendiri. Dia menyuruh orang swab sementara dia sendiri tidak mau,” kata dia.
- Gerakan Rakyat Sulsel Bela Kritik Anies, Asri Tadda: Optimisme Harus Dibangun di Atas Kejujuran
- Jurnalis Media Online Jadi Korban Penganiayaan Brutal dan Ancaman Pembunuhan di Takalar
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Pra Sejahtera di Bitung
- UMI Bersinar di Belmawa 2026, Prof Hambali Thalib: Mahasiswa Sedang Bersiap Jadi Pemimpin Bangsa
- GGN dan Coca-Cola Indonesia Gelar Festival Sepak Bola Rakyat di Makassar, Libatkan 670 Talenta Muda
Selain itu, badan kesehatan dunia (WHO) telah merekomendasikan untuk tak melakukan rapid test. Hal itu lantaran tingkat keakuratan rapid test sangat rendah.
“Rapid tidak apa-apa tapi dilanjutkan dengan swab, apalagi Pj sudah melakukan kontak dengan Ketua KPU RI, Arief Budiman yang positif Covid-19,” kata Kasrudi.
Kasrudi pun mempertanyakan soal keseriusan Pemerintah Kota Makassar untuk memberantas virus Corona.
“Katanya mau memberantas virus Corona, tapi dia sendiri tak mau swab, bagaiamana ceritanya,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Anggota Komisi A DPRD Makassar, Azwar meminta Rudy melakukan tes usap.
“Pj pernah melakukan kontak dengan Ketua KPU, harusnya swab test untuk mencontohkan protokol kesehatan yang baik ke masyarakat,” kata dia.
Sebagai Ketua Satgas Covid-19, Azwar mengatakan Rudy harus memperlihatkan contoh yang baik.
“Pj adalah patron dari daerah. Apalagi kalau dikaitkan dengan ketua gugus. Dia takut swab, otomatis dia memberi contoh yang tidak baik ke masyarakat,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
