Terkini.id, Jakarta – Presiden Jokowi ikut menyinggung soal kasus oknum Satpol PP di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang viral usai melakulan tindakan pemukulan ke wanita pemilik kafe saat melakukan razia PPKM Darurat.
Presiden Jokowi pun dengan tegas meminta kepada aparat penegak aturan PPKM, termasuk Satpol PP agar tidak berlaku kasar kepada wanita dan mengedepankan sikap santun saat mensosialisasikan kebijakan tersebut.
Ia mengatakan, jika aparat datang dengan pendekatan yang santun maka pesan sosialisasi PPKM Darurat akan lebih diterima oleh masyarakat.
Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada aparat penegak aturan PPKM dan Mendagri agar kiranya di lapangan bisa cermat dan hati-hati dalam menyampaikan sosialisasi PPKM. Jangan sampai berlaku keras dan kasar kepada rakyat.
“Hati-hati dalam menurunkan mobility index, kemudian penyekatan dan penanganan terhadap masyarakat pedagang, PKL toko, saya minta kepada Polri, Mendagri agar jangan keras dan kasar. Tegas dan santun,” ujar Jokowi.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat evaluasi PPKM Darurat yang ditayangkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, seperti dilihat pada Minggu 17 Juli 2021.
Dalam rapat tersebut, Jokowi pun menyinggung soal kasus oknum Satpol PP di Kabupaten Gowa yang melakukan pemukulan terhadap wanita pemilik kafe saat melakukan razia PPKM. Ia meminta kejadian serupa jangan kembali terulang.
“Sambil sosialiasi memberikan ajakan-ajakan sambil bagi beras, itu bisa sampai pesannya. Peristiwa di Sulsel misalnya, Satpol PP memukul pemilik warung apalagi ibu-ibu, ini untuk rakyat menjadi memanaskan suasana,” tegasnya.
Sekadar diketahui, insiden pemukulan yang dilakukan oknum Satpol PP Gowa terhadap pria dan wanita yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) sekaligus pemilik sebuah kafe menuai sorotan publik tanah air.
Selang beberapa hari, kini oknum Satpol PP yang bernama Mardani Hamdan itu telah resmi ditetapkan sebagai tersangka usai melakukan perbuatannya itu saat razia PPKM Darurat.
Tak hanya dijadikan tersangka, sebelumnya Mardani juga sempat dinonaktifkan sementara dari jabatan hingga pada akhirnya resmikan dicopot oleh Bupati Adnan sebagai Sekretaris Satpol PP Gowa.
Selain itu, hukuman sosial juga didapatkan Mardani usai laman Facebook-nya diserbu banyak netizen dengan berbagai komentar negatif.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
