Terkini.id, Jakarta – Mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KomNas HAM), Natalius Pigai menyentil Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal rasisme.
Ia menilai bahwa sampai detik ini, Presiden Jokowi tidak pernah memiliki sikap untuk menghentikan rasisme terhadap orang Papua.
“Rasisme di segala lapisan massa secara masif,” kata Natalius Pigai melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 25 Februari 2022.
“Sampai detik ini Jokowi sebagai Presiden tidak pernah punya sikap untuk hentikan rasisme orang Papua,” sambungnya.
Presiden Jokowi pun mengingatkan Presiden Jokowi untuk jangan hanya bicara soal kekuasaan, tapi destruktif pada tatanan sosial.
- Ahli Ekonomi dan Pegiat HAM Bicara Soal Privilege Kaesang Sebagai Anak Presiden
- Sindir Bekas Kantornya, Natalius Pigai: Komnas HAM Tidak Dipercaya Publik
- Soal Kasus Brigadir J, Natalius Pigai: Komnas HAM Kalah Cepat Dari Polisi
- Sindiran Pedas Natalius Pigai: Pengurus NU Sekarang Aneh!
- Natalius Pigai Sebut Kapolri Profesional Soal Ferdy Sambo Dinonaktifkan, Warganet: Terserah Situ Lah Pig
“Jangan hanya bicara kekuasaan tapi destruktif pada tatanan sosial. KECAM dan LAWAN RASISME!. @jokowi, @g20org, @usembassyjkt,” katanya.
Dalam cuitannya, Natalius Pigai melampirkan pernyataan pelatih Belitong FC, Ardiles Rumbiak yang mengaku kecewa karena ia dan pemainnya mendapat perlakuan rasis.
Sebagaimana diketahui, Ardiles Rumbiak dan pemainnya yang bernama Rivaldo Wally juga berasal dari Papua, sama seperti Natalius Pigai.
Adapun rasisme ini terjadi pada kompetisi Liga 3 2021 Indonesia yang mempertemukan tim Belitong FC dengan Persikota Tanggerang dalam laga ketiga Grup Q babak 32 besar pada Rabu, 23 Februari 2022.
Diketahui, serangan rasis tersebut dilakukan oleh para pendukung hingga pemain Persikota Tanggerang dengan melontarkan kata monyet.
“Saya dengan pemain saya Rivaldo Wally, kita berdua orang Papua, dan sangat di sayangkan di sini bahkan seluruh dunia sangat kecewa dengan pendukung Persikota Tangerang dan pemain Persikota atas apa yang telah mereka lakukan. Saya dengar dan melihat dengan mata kepala saya mereka menyebut kita monyet,” kata Ardiles dalam keterangan resminya di hadapan sejumlah media, Rabu, 23 Februari 20221, dilansir dari Pikiran Rakyat Papua Barat.
“Dan juga mereka pakai suara-suara seperti monyet, pasti semua tau itu,” tambahnya.
Ardiles mengingatkan bahwa dirinya dan Rivaldo Wally juga bagian dari Indonesia, bukan hanya Papua.
“Jadi tolong dihargai, kami rambut keriting, kulit hitam tapi kami juga Indonesia,” katanya.
Meski sangat kecewa, Ardiles tetap berharap agar kejadian ini tak menjadi masalah nasional.
“Saya dan keluarga besar sangat kecewa. Hari ini, nama besar Papua kembali tercoreng dengan Rasisme,” ungkap Ardiles.
“Tolong hentikan perlakukan rasisme di dunia sepak bola Indonesia karena dari Sabang sampai Merauke sama-sama Indonesia,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
