Terkini.id, Jakarta – Sebuah unggahan soal Polwan Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) diduga dipukuli prajurit TNI viral di media sosial. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pun menegaskan bakal memberi sanksi jika prajurit TNI terbukti melanggar aturan.
“Saya akan proses hukum,” kata Jenderal Andika saat ditanya soal viral prajurit TNI diduga pukul Polwan di Kalteng.
Jenderal TNI Andika mengatakan baru mendapat informasi tersebut. Jenderal bintang empat itu menegaskan proses hukum segera dilakukan.
“Segera,” ujarnya.
Diketahui dalam video viral berisi narasi soal polwan Polda Kalteng diduga dipukul prajurit TNI itu awalnya berisi cerita soal personel Raimas Polda Kalteng yang sedang melakukan patroli pencegahan Covid-19 di Palangkaraya.
- Di Depan Panglima TNI, Frederik Kalalembang Ingatkan Prosedur Penangkapan Warga Sipil: Harus Koordinasi ke Polisi
- Buka Posko Pengaduan Netralitas TNI se-Indonesia, Panglima Yudo Minta Warga Tak Takut Lapor
- Kemenkes dan TNI Perpanjang Kerja Sama Bangun Kesehatan Indonesia
- Kementan dan TNI Perkuat Sinergi, Mentan : Ketahanan Pangan Identik Dengan Ketahanan Negara
- Sinergisitas TNI-Polri, Kapolri: KTT ke-43 ASEAN Berjalan Aman dan Terkendali
Dalam perjalanan pulang, personel Raimas membubarkan kerumunan di tengah Jalan Tjilik Riwut, di depan sebuah kafe.
Pengunggah menyebut salah satu personel polisi turun dari kendaraan karena adanya perkelahian.
Ia mencoba melerai, namun mendapat perlawanan dari orang yang mengaku anggota Batalyon Rider 631 Antang. Dilansir dari CNN. Selasa, 7 Desember 2021.
Unggahan itu juga berisi cerita soal bentrok yang sempat terjadi antara prajurit TNI dan personel Polda Kalteng. Salah satu personel Polda Kalteng sempat melapor kejadian tersebut ke Provos Batalyon Rider 631 Antang. Tetapi, personel Raimas disebut tak mendapat respons.
Salah satu personel Raimas juga disebut sempat mengeluarkan ponselnya untuk merekam respons dari pihak TNI tersebut. Namun, personel Raimas itu disebut mendapat ancaman. Anggota Raimas itu kembali ke Polda Kalteng dan melapor ke pimpinan.
Komandan Korem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya mengatakan narasi yang viral di media sosial dilebih-lebihkan dari fakta lapangan. Ia mengklaim kasus ini sudah diselesaikan dengan perdamaian.
“Cerita sebenarnya itu kan sudah terjadi. Yang beredar itu kan dilebih-lebihkan. Sebenarnya tidak seperti itu,” ujar Yudianto.
Lanjut “Itu kan kesalahpahaman. Anak-anak itu di kafe. Intinya sudah diselesaikan, saya dan Kapolda sudah menyelesaikan. Sudah damai,” katanya menambahkan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
