Teluk Ko Samet Menghitam, Tercemar Minyak Mentah! Pemerintah Thailand Kalang Kabut

Teluk Ko Samet Menghitam, Tercemar Minyak Mentah! Pemerintah Thailand Kalang Kabut

R
Merry Lestari
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Teluk Ko Samet terlihat menghitam akibat tercemar minyak mentah dari kebocoran pipa bawah laut milik Star Petroleum Refining Public Company Limited.

Hal itu membuat pemerintah Thailand kalangkabut dan harus berpacu dengan waktu untuk membersihkan minyak mentah di Teluk Thailand itu sebelum ia mencapai pantai. 

Minyak yang diperkirakan mencapai 50 ton itu mencemari lautan, setelah terjadi kebocoran pipa bawah laut milik Star Petroleum Refining Public Company Limited. 

Posisi tumpahan saat ini berada sekitar 20 kilometer lepas pantai Provinsi Rayong. 

’’Ia bisa mengancam taman nasional di pulau Ko Samet,’’ bunyi pernyataan Departemen Pengontrol Polusi Thailand dalam Agence France-Presse, dikutip dari manadopos.com, Sabtu 29 Januari 2022. 

Baca Juga

Diketahui, pada 2013 lalu kebocoran juga pernah terjadi di area yang sama dan membuat pantai Ko Samet menghitam karena minyak. 

Saat ini wilayah pantai belum terdampak karena arus yang lemah. 

Angkatan laut Thailand mengerahkan kapal, helikopter dan alat lain untuk menahan agar minyak tidak menuju pantai. 

Sebuah pesawat C-130 milik perusahaan yang mengkhususkan diri untuk pemulihan tumpahan minyak sudah tiba di Singapura dan akan segera bergabung, sehingga mereka harus bergerak cepat. 

Informasi dari Badan Pengembangan Teknologi Geo-Informatika dan Antariksa Thailand menyatakan bahwa angin yang bertiup dapat membawa lapisan minyak ke pantai-pantai utama di Rayong dan Pulau Ko Samet Jumat malam (28/1). 

’’Karena itu pembersihan harus dilakukan sebelum waktu tersebut,’’ terang Laksamana Muda Angkatan Laut Thailand Wichanu Thupa-ang. 

Laporan menunjukkan bahwa lapisan minyak telah menutupi 11,65 kilometer persegi wilayah laut. Wichanu mengatakan bagian terbesar dari tumpahan minyak akan ditampung di dalam area yang ditandai dengan pelampung dan kemudian disedot oleh skimmer ke dalam tangki penampungan. 

Minyak tersebut kemudian akan dibuang dengan proses yang benar. 

Dalam pernyataan terpisah, Wakil Direktur Jendral Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir Pornsri Sutthanarak mengatakan jika minyak mencapai pantai, itu dapat mempengaruhi 59 hektar karang dan 118 hektar lamun atau seagrass. 

Ia bisa menyebabkan kerusakan lingkungan yang membutuhkan waktu lama untuk rehabilitasi

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.