Masuk

Tembok Anti Longsor Ambrol, Pihak PSDA: Masih Mencari Penyebabnya

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Proyek tembok anti longsor Cilebut Bogor yang diketahui ambrol kembali dibangun lagi. Pihak PSDA menyampaikan masih mencari penyebabnya, Kamis 30 Juni 2022.

Tembok anti longsor pada Jl Cilebut, Kota Bogor, yang telah ambrol sebelum rampung, saat ini mulai dibangun lagi. Pekerja sudah mulai membuat fondasi buat membangun kembali tembok penahan tebing (TPT) tersebut.

Pantauan detiknews di lokasi pada Rabu 29 Juni 2022, tebing jurang yang ada di Jl Cilebut Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang ambrol, saat ini masih tertutupi oleh dua terpal berwarna biru.

Baca Juga: Gempa Cianjur M 5,6, Terasa Hingga ke Bogor, Warga Mengaku Ketakutan

Sisa-sisa reruntuhan TPT tersebut yang ambrol telah ditumpuk pada bawah tebing. Batu dan juga semen yang sempat menutupi arus sungai Cipakancilan pun telah digeser di tepian.

Di samping itu, beberapa orang telah bekerja pada bawah tebing, di antara reruntuhan TPT tersebut yang sempat ambrol. Pekerja menggali tanah yang bakal dijadikan fondasi. Pekerja juga seperti mengulang proses pembangunan pada TPT di Jl Cilebut dari awal.

Ketika dimintai keterangan kegiatan yang dilakukan oleh para pekerja di lokasi pembangunan TPT Jl Cilebut tersebut, para pekerja tak mau berkomentar mengenai pembangunan TPT Jl Cilebut.

Baca Juga: 5 Universitas Terbaik di Jawa Barat Versi Webometrics

Sebelumnya telah diberitakan, tembok anti longsor yang telah dibangun di Jl Raya Cilebut ambrol. Material TPT yang sudah hampir jadi, saat ini menumpuk di dasar tebing dan juga menutup sebagian aliran sungai tersebut.

Kepala Seksi Irigasi UPTD Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) Jawa Barat Yulianti Juhendah menyampaikan bahwa longsor terjadi pada Sabtu 18 Juni 2022 siang.

Tembok anti longsor tersebut ambrol saat proyek pembangunannya telah mencapai 90 persen. Pihak PSDA saat ini masih berkoordinasi dengan pelaksana proyek buat mengetahui penyebab terjadinya tembok yang ambrol itu.

“Kejadiannya kemarin, jam 2-an ya, kondisi hujan sedikit informasinya, itu pun sebelum longsor. Itu kan sudah hampir jadi, terakhir kami monitor hari Jumat, eh besoknya Sabtu 18 Juni 2022 longsor lagi,” sebut Yulianti ketika dimintai konfirmasi pada Minggu 19 Juni 2022.

Baca Juga: Ingat Kasus Pembunuhan Ibu Anak di Subang? Polisi Mengamankan Satu Orang yang Diduga Terkait

“Kalau informasi terakhir itu kan sudah hampir 90 persen proses pembangunannya. Kita juga masih cari penyebabnya, karena itu kan sudah hampir jadi. Sore ini kita masih rapat, kita juga koordinasi sama pihak ketiga yang melaksanakan proyek. Kita perlu detailnya, kejadiannya seperti apa, dan penyebabnya kira-kira apa,” lanjutnya.