Tentang Hoax yang Viral

HOAX adalah kata yang kini viral di media sosial dan percakapan sehari-hari di dalam masyarakat.

“Hoax” ada sepanjang sejarah, dalam berbagai bentuk, dengan tujuannya, mulai dari lelucon yang segar hingga penyebaran kebohongan untuk berbagai tujuan yang tidak terpuji.

“Lelucon 1 April” adalah sebuah bentuk “hoax” yang mengundang gelak-tawa yang sehat.

Permainan sulap adalah “hoax” yang dinikmati pesulap dan penontonnya.
Kedua belah pihak siap menerima ketidak-benaran yang dinikmati.

Bentuk “hoax” yang lain adalah roman sejarah. Misalnya, “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer.

Fakta sejarah, yang benar-benar terjadi, dipadukan dengan imajinasi pengarang, yang menghasilkan karya sastra yang bermutu.

Kini, “hoax” yang paling gamblang diterapkan secara masif di era digitalisasi ini ialah “firehose of falsehood”, yaitu semprotan kebohongan yang bertubi-tubi, yang membuat orang terjebak, dan percaya kepada kebohongan tersebut.

Di Amerika Serikat “firehose of falsehood” kini biasa dihubungkan dengan berbagai kebohongan yang dikemukakan Donald Trump.

Renungan: Dalam berbagai bentuknya, “hoax” dapat tampil sebagai sebuah hiburan dan penyakit yang berbahaya di dalam kehidupan demokrasi. Semoga NKRI kebal terhadap penyakit ini.

Berita Terkait
Komentar
Terkini