“ANY time is a good time for Coca Cola.” Coca Cola tepat dinikmati setiap saat. Itu pesan iklan. Salah satu peluang yang tepat untuk menampilkan iklan tersebut ke jutaan pemirsa pelaksanaan acara rahunan “American Idol.”
Apakah dampaknya pada pikiran dan tindakan pemirsa?
Orang yang tahu tentang ancaman minuman Coca Cola terhadap kesehatannya, dengan sadar menolak minuman tersebut.
Akan tetapi, penelitian membuktikan bahwa iklan sedemikian ini terekam di bawah sadar para pemirsa, dan sewaktu-waktu dapat mendorongnya untuk memilih Coca Cola sebagai minuman yang tidak berbahaya bagi kesehatannya.
Inilah temuan yang dikemukakan oleh John Bargh di dalam bukunya, “Before You Know It.”
Pesannya, sebelum orang menyadarinya, ia sudah dipengaruhi oleh iklan yang dilihatnya, yang bermuara pada tindakannya.
Perhatikan saja iklan-iklan yang muncul dengan teks yang aneh-aneh.
Aneh, tetapi yang aneh itu justru terekam di bawah sadar, dan potensial akan mempengaruhi orang dalam pengambilan keputusannya kemudian.
Waktu sudah berlalu, tetapi rekamannya masih ada di bawah sadar.
Dalam kampanye pemilihan umum juga sudah biasa terjadi dimunculkannya pendapat yang aneh-aneh oleh juru kampanye.
Apa yang aneh itu potensial terekam di bawah sadarnya, dan kemudian mempengaruhi pikiran dan keputusannya.
Lebih efektif lagi jika yang aneh-aneh itu dimunculkan berulang-ulang, sehingga muncul gejala yang dinamakan “firehose of falsehood” (semprotan kebohongan).
Saran: Menghadapi iklan yang merangsang perasaan, pikir lebih panjang dan hindari keputusan mendadak. Bandingkan keinginan dan kebutuhan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
