Terawan, Mantan Menkes Kontroversial yang Dipecat IDI

Terawan, Mantan Menkes Kontroversial yang Dipecat IDI

R
Mutia Ristanti
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Terawan Agus Putranto, mantan Menteri Kesehatan (Menkes) dipecat dari keanggotaan IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

Pemecatan tersebut berdasarkan keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang disampaikan dalam Muktamar Ke-31 IDI yang diselenggarakan di Aceh tanggal 22 sampai 25 Maret 2022.

Terawan tidak diizinkan melakukan praktik kedokteran sebagai buntut dari pemecatan dirinya. Ketua Panitia Muktamar IDI Ke-31, dr. Nasrul Musadir Alsa, membenarkan hal tersebut.

“Iya (dipecat), dari hasil muktamar yang kami terima ya. Dari hasil yang kita terima yang diserahkan panitia memang begitu, (sesuai) MKEK iya”, kata dr. Nasrul Musadir Alsa, dikutip dari detiknews pada Senin 28 Maret 2022.

Terawan memberikan tanggapan terhadap pemecatan dirinya tersebut melalui mantan Tenaga Ahli (TA) Menteri Kesehatan era Terawan Agus Putranto, Andi.

Baca Juga

Tanggapan tersebut disampaikan secara tertulis yang berjudul “Terawan Anggap IDI Sebagai Rumah Kedua dan Para Dokter Saudara Kandung”. 

“Sampai hari ini saya masih sangat bangga dan merasa terhormat berhimpun di sana (IDI),” kata Terawan yang ditirukan oleh Andi, dikutip dari detiknews pada Senin 28 Maret 2022. 

Terawan juga memberikan pesan kepada para sejawat dokter agar bisa menahan diri dan tidak menimbulkan kekisruhan publik karena saat ini masih harus menghadapi pandemi COVID-19. 

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari pihak IDI maupun MKEK terkait alasan pemecatan dr. Terawan Agus Putranto, SpRad tersebut. 

Namun Wakil Ketua Komisi XI, Melkiedes Laka Lena, inovasi cuci otak dan vaksin Nusantara termasuk dalam alasan pemecatan Terawan. Hal ini dikarenakan kedua hal tersebut tidak sesuai dengan kaidah ilmu kedokteran.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.