Terkini.id, Jakarta – Jakarta Pusat (Jakpus) sedang diserang Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Kemayoran tercatat 114 kasus dengan tingkat tertinggi dibandingkan yang lainnya, Sabtu 18 Juni 2022.
Tercatat ada 377 kasus DBD di Jakpus pada data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat per 15 Juni 2022.
“377 kasus DBD, meninggal nggak ada, sampai per 15 Juni 2022,” sebut Kasudin Kesehatan Jakpus Rismasari pada Sabtu 18 Juni 2022.
Rismasari mengutarakan bahwa Kemayoran berada pada kasus tertinggi dan disusul oleh Johar Baru, serta Cempaka Putih.
“Kemayoran, Johar Baru, Cempaka Putih paling banyak. Kemayoran 114 kasus, Johar Baru 77 kasus, ketiga Cempaka Putih,” ujarnya.
- Berkaca dari Putusan PN Jakpus, Simak Penjelasan Hukum Nikah Beda Agama Dalam Islam
- Tolak Perppu Cipta Kerja, Massa Partai Buruh Tumpah Ruah di Kawasan Patung Kuda Jakarta
- Heboh, Driver Ojol Dibegal di Kawasan Cikini Jakpus, Polisi Turun Tangan
- Hari Dokter Nasional: Berbakti untuk Negeri Mengabdi untuk Rakyat
- Tolak Kenaikan Harga BBM, Sapma Pemuda Pancasila Demo di Patung Kuda
Rismasari melanjutkan bahwa Kemayoran dan Johar Baru merupakan wilayah yang padat jumlah penduduknya. Diperlukan kesadaran warga setempat untuk membersihkan lingkungan.
“Kalau saya ya melihatnya gini. Johar Baru dan Kemayoran itu padat, wilayah padat. Kalau wilayah padat mungkin bukan kesadaran, pasti adalah yang punya kesadaran untuk membersihkan, tetapi belum semua,” jelasnya.
“Justru kita yang harus mengubah perilaku warga, jangan buang sampah sembarangan, sama-sama bersih-bersih lingkungan, dan lain-lain,” lanjutnya.
Menurut Rismasari bahwa kebersihan tidak sekedar pada satu tempat saja. Nyamuk tetap akan berpindah dan berkembang biak jika semua tempat tidak dibersihkan.
“Karena ketika hanya di satu tempat saja contoh satu Kecamatan Johar Baru ada berapa RW. RW 1 aja rajin, RW 2 nggak rajin, dia tetap berkembang biak, menyeberang ke RW lain, ya bisa. Jadi harus secara menyeluruh,” imbuhnya.
“Kalau untuk DBD pasti yang harus digiatkan adalah lebih menggiatkan lagi 3M-nya dan itu pasti lebih manjur dibanding fogging. Kalau fogging kan racun, merusak lingkungan juga,” paparnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
