Sementara, Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar Fasruddin Rusli mengatakan buruknya penanganan terminal membuat angkutan umum antarkota lebih memilih mencari penumpang di luar terminal.
Acil, sapaanya, menyebut akibat pengelolaan terminal yang buruk, Terminal Daya saat ini terlihat seperti tempat hantu.
“Mereka sudah tak nyaman masuk ke terminal, fasilitas dan pelayanan ini tidak memadai seperti di Daya. Di sana sudah seperti tempat hantu, tidak ada fasilitas pendukung, kalau ada itikat baik mestinya ada bantuan untuk terminal kita,” kata Acil.
Meski begitu, Acil mengingatkan hal ini masih dalam tanggungjawab pemerintah kota. Semestinya hal itu tidak boleh luput dari perhatian.
Legislator PPP ini mengatakan selain PAD yang menurun akibat buruknya layanan, terminal yang terbengkalai secara tidak langsung memperparah kemacetan di kota.
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
Kendaraan yang semestinya beroperasi di dalam terminal justru memuat angkutan di pinggir jalan. Akibatnya, membuat kemacetan.
Acil mencontohkan wilayah perbatasan Gowa dan Makassar, tempat Terminal Mallengkeri dianggap strategis bagi orang-orang yang ingin ke luar wilayah.
“Imbasnya dapat terasa dari tingginya kemacetan di sana. Kasus serupa juga kerap ditemui di wilayah Kelurahan Daya Kecamatan Biringkanayya (Terminal Daya),” ungkapnya.
“Harus kita akui, terminal kita memang terbengkalai,” sambungnya lagi.
Selain itu, Acil melihat kondisi Perusda Kota Makassar cukup kewalahan. Berdasarkan laporan terakhir, direksi bahkan tersendat pada persoalan SDM
“Mereka sudah kesulitan membiayai gaji pegawai dan operasional,” ungkapnya.
Acil mengatakan Direksi sudah mengeluh lantaran setengah mati membayar gaji pegawai.
“Mereka ini keok. Nah, untuk dapat suntikan juga Pemkot pasti sulit, apalagi berhembus kabar mau diambil sama pusat yang belum jelas juga kabarnya, ini lambat,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
