Tetapkan Idul Fitri 4 Juni, Arab Saudi Salah Lihat Hilal?

Terkini.id, Jakarta – Sebuah pesan berantai beredar, menyebutkan bahwa Pemerintah Arab Saudi melakukan kesalahan dalam menetapkan 1 Syawal atau Idul Fitri tahun 2019 lalu.

Pesan yang banyak beredar di negara Agab Saudi tersebut diketahui adalah hoax. Seperti diketahui, Arab Saudi melaksanakan Salat Idul Fitri pada 4 Juni 2019.

Sementara, pemerintah di negara lain, seperti di Indonesia, menetapkan 1 Syawal atau Idul Fitri jatuh pada 5 Juni 2019.

Media Arab Saudi, Saudinow.net, misalnya menulis, pemerintah Arab Saudi salah melihat hilal saat menentukan 1 Syawal dengan metode rukyatulhilal (melihat bulan).

Masyarakat Astronomi di Jeddah menegaskan bahwa apa yang dilihat oleh tim pemantau hilal pemerintah adalah Planet Saturnus.

Planet Saturnus tersebut dikira adalah bulan sabit, sehingga pemerintah menetapkan 1 Syawal jatuh pada 4 Juni 2019.

Dengan demikian, orang-orang Saudi harus mengganti puasanya karena satu hari mereka lewati dengan makan dan minum.

Pesan yang beredar tersebut menyebutkan, bahwa bukan pertama kalinya Arab Saudi salah dalam menentukan bulan Ramadhan Syawal.

Mohammed Najimi, anggota Akademi Fiqh Islam di Arab Saudi, mengatakan bahwa pemerintah Saudi membayar 1,6 miliar atau satu miliar enam juta riyal untuk orang-orang Saudi karena kesalahan menetapkan tanggal Idul Fitri, setelah Masyarakat Astronomi di Jeddah mengkonfirmasi bahwa yang dilihat adalah Planet Zajal Dan tidak mungkin untuk melihat bulan Syawal di langit Kerajaan.

Mohammed Shawkat Odeh, kepala Proyek Pengamatan Islam, mengatakan sebelumnya: “Untuk dunia Arab, konjugasi akan terjadi sebelum matahari terbenam pada hari Kamis dan bulan akan keluar pada hari itu setelah matahari terbenam di semua negara Arab.”

Dia menjelaskan: “Tidak mungkin untuk melihat bulan sabit Syawal setelah matahari terbenam, tidak dengan mata telanjang, atau menggunakan teleskop karena kedekatannya dengan cakrawala dan kecerahan yang relatif rendah.”

Kabar Sebenarnya

Media di Arab Saudi, Elwatan, menyampaikan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Elwatan sendiri telah melakukan verifikasi dan mencari di akun resmi media sosial Astronomi Jeddah, dan tidak ada pernyataan seperti di atas.

Dilansir dari laman berita Cairo24, berita tersebut merupakan berita daur ulang yang disebarkan lagi pada 2019, dengan mencatut Alarabiya.

Pernah Terjadi pada 2011

Pada 2011 memang terungkap bahwa Saudi membayar kafarat sebesar 1,6 miliar riyal atas kesalahan penentuan hilal 1 Syawal.

Disebutkan situs berita tersebut, sudah empat kali Saudi membayar kafarat dengan jumlah yang sama atas kekeliruan penetapan awal Syawal.

Namun tidak dijelaskan pada tahun kapan sajakah pembayaran kafarat itu terjadi. Pembayaran kafarat tersebut pernah ditegaskan Syekh Muhammad bin Abdullah as-Sabil, salah satu Imam Masjid al-Haram dan anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi, dan anggota Perkumpulan Fikih Islam.

Dalam khutbahnya, sosok yang meninggal pada 17 Desember 2012 itu, menyatakan tentang pentingnya warga Saudi mengganti puasa mereka lantaran kesalahan penetapan awal Syawal.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

120 Anggota Kodim 1425 Jeneponto Jalani Tes Urine

Terkini.id,Jeneponto - Sebanyak 120 angggota Kodim 1425 Jeneponto ikut serta melakukan tes urine. Ini dilakukan dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba