Terkini.id, Jakarta – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bakal dilaporkan ke polisi terkait aksinya yang diduga mempermalukan pelatih biliar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumatera Utara (Sumut), Khoiruddin Aritonang.
Khoiruddin sakit hati usai dijewer dan diusir di depan umum hanya karena alasan tidak ikut tepuk tangan ketika Edy berpidato, Senin 27 Desember 2021. Rekamannya pun beredar luas di masyarakat, hingga mendapat kecaman dari publik.
Choki, sapaan akrab Khoiruddin, tersinggung dengan sikap Edy pada acara pemberian tali asih bagi atlet dan pelatih PON XX Papua tersebut di Aula Tengku Rizal Nurdin. Menurutnya Gubernur Sumut sangat gila hormat dan mencerminkan arogansi yang tinggi.
Namun tidak memberikan perhatian kepada para pegiat olahraga, tapi menuntut prestasi.
“Minus perhatian terhadap dunia olahraga, tapi gila hormat dan tepukan tangan dari penggiat olahraga. Hal spektakuler apa dibuat dia, sehingga penting kali tepuk tangan,” ucap Choki Selasa 28 Desember 2021 dilansir dari cnnindonesia.com.
- Soal Holywings, Bobby Nasution: Jangan Ikut Nutup Tapi Landasannya Nggak Kuat
- Buat Marah Ukraina, Gubernur Sumut: Kalau Saya Putin, Ukraina Diserang Sejak 3 Tahun Lalu!
- Edy Rahmayadi: Andai Saya Putin, Ukraina Saya Serang Sejak Dulu
- Bah! Kedatangan Ketum Demokrat ke Sumut tak Disambut Gubernur Edy Rahmayadi, sebagai Capres AHY kok Bangga?
- 1,1 Juta Kilogram Minyak Goreng Ditimbun, Gubernur Sumut: Jangan Coba-coba Bermain di Atas Penderitaan Rakyat!
Choki menuturkan atlet biliar Sumut minim perhatian dari pemerintah. Selama ini hanya latihan dengan peralatan seadanya. Terakhir menerima bantuan meja di tahun 2016, tapi kini telah usang dimakan usia.
“Perhatian [Edy] tak ada bagi olahraga Sumut terutama biliar. Apa yang ada? Satu rupiah pun tak ada. Uang pribadi ya? Satu rupiah pun tak ada perhatiannya. Nengok biliar saja dia tak pernah. Kok enak saja dia ngomong begitu,” ungkap Choki.
Walau demikian pada PON 2020 di Papua, tim biliar Sumut tetap berhasil memberikan prestasi dengan membawa pulang sejumlah medali.
Atas perlakuan yang dialami Choki, ia berencana melapor ke Polda Sumut terkait perbuatan tidak menyenangkan.
“Saya akan buat laporan ke Polda Sumut atas perbuatan tidak menyenangkan. Kalau nggak sore ini, mungkin besok saya ke Polda. Saya merasa dipermalukan. Karena saya pilih musuhan dengan dia (Edy) sampai mati,” kata Choki.
Saat itu Choki tiba-tiba saja dipanggil Edy naik ke panggung. Edy lantas marah dan menjewer karena tidak tepuk tangan ketika gubernur berbicara. Bahkan ia sempat disebut sontoloyo.
“Saya bingung kenapa dimaki-maki gara-gara tak tepuk tangan. Dia (Edy) bilang kenapa kau tak tepuk tangan saat saya ngomong? Saya pikir apa yang mau saya tepuk tangan? Bukan ada hal luar biasa yang dia ucapkan sehingga membuat kita kagum?” jelas Choki.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
