2 Kali Beraksi, Pelaku Pemerkosa Siswi SMP Dijerat Maksimal 15 Tahun Penjara

Terkini.id, Jakarta – Sopir angkutan kota (angkot) Cililin-Cijenuk, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Deri Aryanto (32) telah memerkosa siswi SMP. Ia dijatuhi hukuman selama 15 tahun penjara, dan dirinya sudah 2 kali beraksi, Jumat 20 Mei 2022.

Akibat dari perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81, Pasal 82 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Deri Aryanto melakukan aksinya pada Senin 9 Mei 2022, pukul 23.00 WIB, di Jl. Kawasan Cipongkor, KBB. Di dalam angkot yang dikemudikannya, Ia memperkosa siswi SMP yang masih duduk di bangku kelas tiga di Sindangkerta, dikutip dari detik.com.

Baca Juga: Parah! Sebut Al-Qur’an Ajaran Aneh, Pendeta Saifuddin: Kalau Saya Pulang...

Faktanya, sopir angkut tersebut sudah melakukan aksinya sebanyak 2 kali. Sebelum siswi SMP asal Sindangkerta, Deri Aryanto mengaku kepada polisi, telah melakukan aksinya di dalam angkot miliknya pada tahun 2021 silam.

Kapolsek Sindangkerta AKP Yogaswara menyampaikan bahwa pihaknya sementara berbicara kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cimahi.

Baca Juga: Waduh! Angelina Sondakh Mengatakan Jika Korupsi Tidak Bisa Sendirian, Netizen:...

“Menurut informasi ada satu korban lain dari pelaku ini yang perkaranya ditangani oleh Unit PPA Polres Cimahi. Sekarang, kita sedang kroscek ulang,” kata Kapolsek Sindangkerta AKP Yogaswara pada wartawan, Jumat 20 Mei 2022.

Kepada AKP Yogaswara, Deri sudah melakukan aksi pertamanya di tempat yang sama di Jl. Raya PLTA Saguling.

“Jadi dilakukannya semua di dalam angkot. Lokasinya juga di tempat yang sama di sekitar Jalan PLTA Saguling, Desa Citalem karena memang sepi jalannya,” sambung AKP Yogaswara.

Baca Juga: Waduh! Angelina Sondakh Mengatakan Jika Korupsi Tidak Bisa Sendirian, Netizen:...

Pelaku menawarkan tumpangan kepada korban. Setelah itu, korban dibawa berputar-putar hingga ke tempat sepi. Meskipun Ia memilih korban secara acak, korban pada tahun 2021 juga masih SMP.

“Jadi modus pelakunya ini menawarkan tumpangan dan nanti dibawa berputar ke tempat sepi. Untuk yang kejadian sekarang korban ternyata dicekok obat jenis ex**** biar tidak sadar,” lanjut Kapolsek Sindangkerta AKP Yogaswara.

Bagikan