Terkini.id, Luwu – Tim medis Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) kembali melakukan klinik berjalan atau mobile klinik ke desa-desa terpencil di daerah terdampak banjir bandang Masamba, Luwu Utara pada tanggal 24 Agustus 2020.
Tim ini terdiri dari 2 dokter, 2 perawat, dan 2 bidan. Serta 2 tim media dan 1 supir ambulans BSMI yang berangkat setelah tim assesment BSMI melakukan penyisiran sehari sebelum pelaksanaan mobile klinik.
“Untuk sampai ke desa ini, kami menempuh jarak 8 km selama 1 jam lebih dengan kondisi jalan yang rusak sebab beberapa jalan terseret dan tertutup lumpur saat banjir bandang akibat air di sungai lero yang meluap,” papar drg.Besse selaku salah satu tim medis BSMI.
“Kami melayani 26 pasien dengan berbagai keluhan dan penyakit. Respon warga sangat baik sebab ini pertama kalinya ada mobil ambulan yang mampu menembus desa mereka,” lanjutnya.
April sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Desa Maipi menyampaikan bahwa terdapat 210 KK di Desa Maipi dan ada 20 KK yang terdampak langsung.
- Kebakaran Mal Nipah Park Makassar Berhasil Dipadamkan, Operasional Tetap Berjalan Normal
- Paradoks Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik: Membaca Arah Kekayaan di Era Turbulensi
- Semarak 17 Agustus, Warga BTN Makkio Baji Ubah Perayaan Kemerdekaan Jadi Gerakan Peduli Lingkunganmk
- Astra Motor Sulsel dan FIFGroup Salurkan Bantuan untuk Petani Terdampak Kekeringan di Sidrap
- BNI Gelar wondr Fest Makassar, Dorong Digitalisasi Transaksi dan Pemberdayaan UMKM
“Pos kesehatan telah dibangun namun masih kekurangan SDM kesehatan yang berjaga,” ujarnya.
Kegiatan mobile klinik ini merupakan program mingguan dari BSMI selain membuka klinik lapangan 24 jam di posko pengungsian Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.
Citizen Reporter : Musfirah Rahman (Relawan Media BSMI)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
