Terkini.id, Sulsel – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulsel mengadakan rapat koordinasi di Ruang Pola Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Senin 7 Agustus 2023.
Rapat tersebut membahas efektivitas Program Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel),
Hasil Indikator Program Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Sulsel pada Semester 1 Menggambarkan Capaian Belum Optimal
Menurut laporan yang diungkapkan dalam rapat, capaian indikator dari Program Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Sulsel selama Semester 1 belum mencapai tingkat optimal pada beberapa aspek indikatornya.
“Pencapaian indikator Percepatan Penurunan Stunting di Sulawesi Selatan pada laporan semester 1 masih belum mencapai tingkat optimal secara menyeluruh di kabupaten/kota. Meskipun pencapaian sasaran intervensi pada balita mencapai 76,72 persen, namun kelompok sasaran lainnya masih berada di bawah cakupan 50 persen. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk merumuskan langkah-langkah di semester 2,” kata Koordinator Manager Satgas Stunting, Andi Irfanji.
- Hadiri Sannipata Waisak 2026, Gubernur Andi Sudirman Apresiasi Kontribusi Permabudhi dalam Pembangunan Daerah
- Pascakebakaran, RSUD Syekh Yusuf Dapat Suntikan Dana Rp1 Miliar dari Pemprov Sulsel
- Perjuangan Keisha, Pemprov Sulsel Ungkapkan, Cathlyn Ranking 7, Utusan Makassar Lainnya Posisi 5
- Sulsel Kebagian 25 Sapi Kurban Presiden Prabowo, Gubernur Andi Sudirman: Akan Disalurkan ke Wilayah Prioritas
- Pemprov Sulsel Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Shodiqin memberikan tanggapannya terhadap hasil capaian tersebut. Ia menyatakan perlunya kolaborasi terpadu antara berbagai pihak untuk meningkatkan capaian program PPS yang telah ditargetkan.
Tujuannya adalah agar pada akhir tahun 2023, prevalensi stunting di Sulsel dapat menurun sesuai harapan.
“Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sudah terbentuk di berbagai tingkatan, mulai dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan. Kolaborasi ini menjadi sangat penting dalam upaya menurunkan angka stunting. Terlebih lagi, mengingat target penurunan yang telah ditetapkan, kerjasama ini merupakan langkah yang sangat mungkin untuk mencapai tujuan kita pada tahun 2023,” ungkapnya
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3ADaldukKB) Provinsi Sulsel, Andi Mirna, juga menekankan pentingnya kolaborasi terpadu antara TPPS dan berbagai sektor lainnya, termasuk TNI.
Ia menjelaskan bahwa kerjasama ini akan membantu memonitoring program penurunan stunting hingga tingkat desa.
“Kolaborasi terpadu antara TPPS dan lintas sektor memiliki peran penting dalam pencapaian tujuan ini. TNI memiliki Babinsa yang dapat membantu dalam memonitoring di tingkat desa,” kata Mirna.
Aster Kasdam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Persada Alam, menyatakan kesiapannya untuk mendukung kolaborasi tersebut. Ia juga menekankan perlunya mengidentifikasi kendala teknis yang ada di lapangan dan bagaimana Kodam dapat membantu dalam menangani masalah penurunan stunting di Sulsel.
“Dengan KASAD sebagai Bapak Asuh Anak Stunting oleh BKKBN RI, kami siap mendukung penurunan stunting. Kolaborasi ini juga akan memperjelas koordinasi. Penting bagi kami untuk mengidentifikasi kendala teknis yang mempengaruhi penurunan stunting di Sulawesi Selatan. Setelah kendala tersebut teridentifikasi, kami akan menginstruksikan Babinsa untuk membantu mengatasinya,” ujar Persada Alam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
