Terkini.id, Jakarta – Konflik Rusia dan Ukraina yang belum berakhir, kembali menjadi menjadi sebuah sorotan usai Ukraina mengungkapkan bahwa pihaknya ingin keamanannya dijamin pasukan internasional.
Diketahui hal tersebut terjadi lantaran mereka juga menolak proposal yang didorong Rusia untuk mengadopsi status netral yang sama seperti Austria atau Swedia.
Di mana hal itu disampaikan oleh Penasehat Ukraina Mikhailo Podolyak, dalam komentar yang diterbitkan kantor Presiden Volodymyr Zelensky.
“Ukraina sekarang dalam keadaan perang langsung dengan Rusia. Ini hanya bisa berdasarkan jaminan keamanan yang diverifikasi secara hukum,” kata negosiator utamanya, Mikhailo Podolyak,
Dia menyerukan perjanjian keamanan yang mengikat secara hukum, yang ditandatangani oleh mitra internasional yang “tidak akan mundur jika terjadi serangan ke Ukraina”.
Selain dari itu, Kremlin mengatakan bahwa netralitas Ukraina di sepanjang garis Swedia atau Austria sedang dibahas dalam pembicaraan dengan Kyiv untuk mengakhiri tiga minggu pertempuran di Ukraina.
“Ini adalah opsi yang sedang dibahas saat ini dan dapat dianggap sebagai kompromi,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. DIkutip dari Kompas.com, Rabu 16 Maret 2022.
Komentarnya muncul setelah Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan netralitas menjadi pusat perhatian dalam pembicaraan. Negosiator utama Rusia sebelumnya telah memperkenalkan proposal yang ditolak Ukraina.
Damai Swedia, yang disebut Rusia sebagai contoh, memang secara militer resmi non-blok di masa damai dan netral di masa perang. Ini setelah mereka mengakhiri kebijakannya pada tahun 1992 di akhir Perang Dingin.
Swedia bukan anggota NATO, tetapi telah menjadi mitra aliansi selama hampir 30 tahun. Pada akhir Perang Dingin, Swedia memangkas pengeluaran militernya, tetapi mulai berinvestasi kembali dalam pertahanannya setelah aneksasi Rusia atas semenanjung Crimea pada tahun 2014.
Rusia dan Ukraina telah mengadakan beberapa putaran negosiasi dengan pertarungan terakhir yang berakhir belum lama ini dan Kyiv menunjuk pada “kontradiksi mendasar”.
Menteri luar negeri Rusia mengatakan bahwa Moskwa dan Kyiv “hampir menyetujui” kata-kata dari kesepakatan tentang netralitas. Kedua belah pihak sebelumnya telah meningkatkan harapan akan terobosan, mengacu pada dokumen yang hampir dibuat dan ditandatangani.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
