Terkini, Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus mendorong percepatan transformasi digital sebagai strategi utama dalam menjaga sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat membuka High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Makassar Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Kamis (9/4/2026).
Dalam arahannya, Munafri menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan instrumen strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan PAD serta daya saing daerah.
“Ini sangat penting untuk memaksimalkan bagaimana pola-pola pelayanan digital yang akan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD yang ada di Kota Makassar,” ujarnya.
Ia juga menyoroti lemahnya kontrol dan pengawasan terhadap berbagai program digitalisasi yang telah diluncurkan sebelumnya. Menurutnya, sejumlah inovasi belum diiringi implementasi dan evaluasi yang optimal.
- Kalla Toyota Cetak Rekor Penjualan Juni 2026, Sambut Juli dengan Event Hybrid Terbesar di Makassar
- Poltekpar Makassar Tembus Peringkat Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
- Agropreneur Summit 2026 Perkuat Generasi Muda Wirausaha Pertanian
- Siapkan Tenaga Kerja Unggul, Bupati Jeneponto Buka Pelatihan Vokasi, Tekankan Kualitas SDM Kunci Kesejahteraan
- Gakkum Kehutanan Ungkap Aksi Perambahan Hutan Lindung di Luwu Timur, Dua Orang Diamankan
“Tahun lalu banyak sekali launching kegiatan digitalisasi, tetapi kontrolnya, pengawasannya, aplikasinya ini tidak terkontrol dengan baik,” tegasnya.
Munafri meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memastikan setiap program digitalisasi berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Lebih lanjut, ia mengkritisi budaya transaksi yang masih didominasi sistem tunai, termasuk di kalangan aparatur pemerintah.
Padahal, digitalisasi pembayaran terus didorong sebagai bagian dari reformasi pengelolaan keuangan daerah.
“Kita bicara digitalisasi, kita bicara pembayaran sistem digital, tapi di kantong kita cash-nya masih banyak. Yang paling penting hari ini adalah bagaimana walk the talk,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
