Tragedi Kematian Sejoli di Kamar Kos Makassar, Psikolog UNM: Generasi Muda Dikepung Kecemasan

Tragedi Kematian Sejoli di Kamar Kos Makassar, Psikolog UNM: Generasi Muda Dikepung Kecemasan

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Dini hari tadi, sebuah kamar kos di Jalan Muhammad Tahir 7, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan menjadi saksi bisu dari kisah sedih sejoli berinisial IA (26) dan AK (24).

Pasangan tersebut ditemukan tewas, mengeluarkan bau tak sedap yang mengisi ruangan.

Dugaan bunuh diri mengemuka setelah ditemukannya surat wasiat di antara barang-barang pribadi mereka. Surat wasiat itu berisi permintaan maaf kepada orang tua, di mana AK menyatakan tak mampu lagi menjalani hidup dan enggan membebankan diri pada keluarganya.

Sedangkan IA, lelaki dalam hubungan ini, meninggalkan pesan haru kepada ayahnya, berharap sang ayah tetap sehat.

Kejadian ini menambah deretan tragedi kehidupan di balik pintu-pintu kamar kos, memperlihatkan sisi kelam keseharian yang sering kali terabaikan.

Krisis Kesehatan Mental

Asniar Khumas, psikolog dari Universitas Negeri Makassar (UNM), mengungkapkan keprihatinan terhadap meningkatnya kasus bunuh diri di Indonesia.

Menurutnya, orang-orang merasa kehilangan harapan dan tidak melihat jalan keluar, menciptakan perasaan “helpless” dan “hopeless.”

“Kasus bunuh diri yang meningkat menimbulkan pertanyaan serius tentang kemajuan atau kemunduran Indonesia dari berbagai aspek,” kata Asniar, menyoroti kekhawatiran akan prioritas pemerintah, Kamis, 16 November 2023.

Asniar berpendapat bahwa pemerintah harus mengalokasikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan rakyat, terutama dalam mengatasi krisis bunuh diri dan angka kemiskinan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.