Terkini.id, Makassar – Muassasa dari Arab Saudi, Miski Omar Hasan, mengungkapkan, para pelaku travel umrah paling tidak harus menunggu kabar selanjutnya dalam dua pekan kedepan terkait ditutupnya kunjungan ke Arab Saudi.
Hal itu disampaikan Omar Miski saat menjadi narasumber dalam diskusi ‘Problematika Umrah di New Normal’ yang digelar PPIU Sulsel Lintas Asosiasi, Kamis 13 Februari 2021.
“Mungkin dalam dua minggu kedepan mulai hari ini. Karena Arab Saudi saat ini sudah lockdown,” ujar Miski Omar saat menjawab pertanyaan terkait kapan ‘lockdown’ Umrah dibuka oleh Arab Saudi.
Seperti diketahui, Kerajaan Arab Saudi sebelumnya tidak memberi izin warga negara dari 20 negara untuk berkunjung ke Arab Saudi mulai Kamis hari ini, 4 Februari 2021.
Dua puluh negara tersebut termasuk di antaranya adalah Indonesia.
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
- Resmi Dilantik, DPW LP3M Harakah Bakomubin Sulsel Perkuat Peran Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
- Pemkot Makassar dan BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan JHT bagi 45 Ribu Pekerja Rentan, Pertama di Indonesia
- Temuan Awal Dana Pungli Rp1,86 Miliar di Kasus Korupsi Dinas Perumahan Gowa, Polisi Telusuri "Aktor" Lainnya
Dalam diskusi yang dihadiri Wakil Ketua Umum DPP AMPHURI HM Azhar Gazali tersebut, Omar menjelaskan Indonesia masuk dalam 20 negara yang diwaspadai oleh Arab Saudi berdasarkan survei-survei Kementerian Kesehatan negeri tersebut, termasuk analisa dan laporan dari WHO.
Pelarangan Terjadi Saat Umrah RI Mulai Menggeliat
Dalam diskusi tersebut, Miski Omar juga mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara yang warganya sangat aktif melakukan kunjungan umrah meski pandemi covid-19.
“Cuma Indonesia yang berangktkan umrah. Pakistan saja tidak ada (yang berangkat umrah),” ujar dia.
Seperti diketahui, sejumlah travel umrah memang mulai aktif memberangkatkan jemaah. Apalagi setelah kebijakan batas usia maksimum 60 tahun berlaku.
Ketua DPD AMPHURI Sulampua, H Ardiansyah Arsyad mengungkapkan, travel umrah di Sulsel sudah mulai aktif memberangkatkan jemaah.
Khusus di Sulsel, travel umrah dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) bahkan telah mengagendakan pemberangkatan perdana secara direct flight dari Makassar pada 16 Februari 2020 mendatang.
Namun, pelarangan dari Arab Saudi membuat mereka harus siap-siap melakukan rescheduling.
Nasib Jemaah yang Positif Covid-19 di Arab Saudi
Dalam diskusi yang dipandu Sekretaris DPD AMPHURI Sulampua Andi Candrawali tersebut, Omar juga mengungkapkan terkait nasib sebanyak 528 jemaah yang masih di Arab Saudi saat muncul pelarangan umrah.
“Jemaah akan dipulangkan, kalau negatif (covid-19). Jika positif, maka harus mengikuti karantina sepuluh hari,” terangnya.
Menurut dia, Pemerintah Arab Saudi memang sangat ketat dalam pelaksanaan umrah saat ini.
“Sekarang ada kebijakan kalau ada (jemaah) yang positif (saat tiba di Arab Saudi), maka semua jemaah satu pesawat bisa dikarantina,” katanya.
Dorong PCR Gratis untuk Jemaah
Sementara itu, Ketua Kesatuan Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Indonesia Timur, Dr Usman Jasad mengungkapkan, pihaknya akan melakukan audiens dengan Gubernur terkait kebijakan baru tersebut.
“Kita upayakan, agar ada kebijakan untuk menggratiskan tes PCR,” ujar dia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
