Tutup Sekolah Siswa Diduga Perusak Makam Solo, Gibran Dikecam Netizen: Si Plongo Junior

Tutup Sekolah Siswa Diduga Perusak Makam Solo, Gibran Dikecam Netizen: Si Plongo Junior

Sukma A

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dikabarkan menutup sekolah tempat siswa diduga perusak belasan makam di Solo menimba ilmu.

Sekolah tersebut juga dikabarkan tak memiliki izin untuk beroperasi sebagai lembaga layanan pendidikan.

Sekolah itu juga terbukti melanggar Surat Edaran No 067/1869 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis (PPKM) Mikro dan Mengoptimalkan Peran Satuan Tugas Tingkat Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Solo.

Tak hanya itu, Gibran juga menegaskan agar sekolah yang ingin melakukan pembelajaran tatap muka harus memiliki izin dari Satgas Covid-19 Solo.

“Sekolahnya apakah sudah berizin? Kok selama penutupan sekolah ini (masih Covid-19) kok bisa tatap muka (pembelajaran tatap muka/PTM). Izinnya seperti apa,” kata Gibran, dikutip terkini.id dari Kompas, Rabu 23 Juni 2021.

Baca Juga

“Yang lain tutup (daring) kok dia PTM. Dari prokesnya aja sudah tidak tepat. Yang jelas sekolahnya harus ditutup,” lanjutnya.

Di samping itu, ia memastikan bahwa pihaknya akan memberikan pembinaan kepada siswa yang melakukan perusakan belasan makam di Solo.

“Pasti yang jelas anak-anak yang kemarin itu akan kami bina dan harus diluruskan mindset-nya. Siswanya banyak yang luar kota sebenarnya,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, netizen memberikan beragam komentar dan respons terhadap keputusan Gibran tersebut.

“Anggota partai yang korupsi berarti partainya juga ditutup alias bubarin dong,” komentar salah seorang netizen.

“Bocah bego, kalo ada tikus di rumahnya pasti rumahnya yang di bakar,” tutur netizen lainnya.

“Si plongo junior,” timpal seorang netizen.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.