UAS Masuk Daftar Penceramah Radikal, Monica: Dia itu Mempunyai Otak Genius, Berpendidikan Tinggi dan Dicintai Umat!

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Monica memberikan tanggapan mengenai daftar penceramah radikal yang diterbitkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Monica menyebut jika para pendakwah radikal itu memiliki otak yang genius, berpendidikan tinggi dan dicintai umat, termasuk Ustaz Abdul Somad.

Adapun tanggapan Monica yang menyebut pendakwah radikal memiliki otak genius itu ditulis dalam sebuah cuitannya di akun Twitter NenkMonica.

Isi dari cuitannya itu menganggap ustaz Abdul Somad yang disebut sebagai pendakwah radikal dicintai oleh umat.

Baca Juga: Surya Paloh Ingin Pasangkan Anies-Ganjar, Ferdinand Hutahaean: Ini Bukan Menyatukan...

“Ustadz Radikal itu yg mempunyai Otak Genius Berpendidikan Tinggi dan Dicintai Umat spt Ustadz Abdul Somad”, tulis Monica, diktip dari cuitannya di akun @NenkMonica, Senin 7 Maret 2022.

Screenshot cuitan Monica (Twitter).

Dari cuitan Monica, dapat dilihat jika dirinya tidak setuju jika UAS dikategorikan sebagai pendakwah radikal oleh BNPT.

Baca Juga: Soroti Pertemuan Jokowi dengan Megawati, Ade Armando: Tidak Pantaslah, PDIP...

Monica juga menyebutkan jika mereka yang membenci UAS adalah bagian dari pemuja Fir’aun.

“Mrk pembenci UAS adalah Pemuja Fir’aun” tulis Monica.

Dia pun menyebut jika pemetaan penceramah radikal oleh BNPT adlah sesuatu hal yang sudah direncanakan secara sistematik.

Baca Juga: Soroti Pertemuan Jokowi dengan Megawati, Ade Armando: Tidak Pantaslah, PDIP...

“Nyata terencana secara sistematik”, tulisnya lagi.

Seperti diketahui, sebelumnya BNPT merilis daftar penceramah radikal sebagaimana sebelumnya pernah disinggung oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat pimpinan TNI-Polri. Sebanyak 180 nama penceramah yang masuk dalam daftar radikal menurut BNPT harus dihindari, termasuk pendakwah kondang, Ustaz Abdul Somad.

“Sejak awal kami (BNPT) sudah menegaskan bahwa persoalan radikalisme harus menjadi perhatian sejak sejak dini karena sejatinya radikalisme adalah paham yang menjiwai aksi terorisme”, kata Direktur Pencegahan BNPT, Ahmad Nurwakhid.

Bagikan