Makassar Terkini
Masuk

UAS Sebut Bom Bunuh Diri ‘Gerakan Mati Syahid’, Habib Husin: Semoga Bukan karena ini Orang Semakin Berani

Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini, Habib Husin melalui akun media sosial Twitter-nya mengunggah sebuah video milik Ustaz Abdul Somad atau yang kerap disapa UAS. 

Video berdurasi dua menit itu berisi Ustaz Abdul Somad yang tengah membawakan ceramah dalam sebuah kesempatan. 

Dalam ceramah itu, UAS membahas perihal peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan oleh pejuang Palestina.

Namun, menurut UAS, aksi tersebut bukanlah bom bunuh diri, melainkan “gerakan mati syahid”.

Selain itu, UAS juga mengatakan bahwasanya istilah “bom bunuh diri” adalah istilah yang digunakan oleh pers barat.

Padahal, menurut UAS, pengertian sebenarnya, bukan seperti itu, tetapi gerakan mati syahid.

UAS lantas menceritakan tentang sebuah dalil dari pengalaman Nabi Muhammad SAW saat Perang Uhud, di mana saat itu Beliau dan para sahabat dikelilingi oleh musuh.

Salah satu sahabat Nabi kemudian menerobos gerombolan musuh dengan memutar-mutarkan pedangnya hingga akhirnya mengenai para musuh yang menyebabkan mereka tewas, termasuk sang sahabat yang nekat itu. 

UAS kemudian membandingkan peristiwa tersebut dengan zaman sekarang di mana orang-orang tak lagi menggunakan pedang, melainkan bom.

Dari ceramahnya tersebut, UAS menyebutkan bahwa dalilnya adalah ‘harakah istushadiyah’ atau gerakan mati syahid dalam Perang Uhud.

Nah, menanggapi isi ceramah UAS itu, Habib Husin lantas menuliskan opininya dan berharap agar orang-orang tak semakin nekat dan berani untuk melakukan bom bunuh diri karena adanya dalil yang disampaikan UAS tersebut. 

“Dalil “bom bunuh diri” oleh UAS. “Jangan katakan bom bunuh diri tapi katakan gerakan mati syahid”,” tulis Habib Husin pada Jumat sore, 2 April 2021, dikutip terkini.id.

“Semoga bukan karna dalil ini makin banyak org berani melakukan bom bunuh diri dan yakin bahwa dirinya akan mati syahid,” pungkasnya.