Terkini.id, Jakarta – Pendeta kontroversial, Saifudin Ibrahim mendesak agar Ustaz Abdul Somad atau UAS dan Felix Siauw ditangkap lantaran menurutnya kedua pendakwah itu telah menghina umat Kristen.
Desakan Pendeta Saifudin Ibrahim kepada aparat agar UAS dan Felix Siauw ditangkap tersebut ia sampaikan lewat videonya yang tayang di kanal YouTube pribadinya, seperti dilihat pada Kamis 17 Maret 2022.
Dilihat dari video yang juga ditayangkan Viva tersebut, tampak Saifudin Ibrahim meminta aparat menangkap Ustaz Abdul Somad.
Pasalnya, kata Saifudin, Abdul Somad adalah ustaz pemecah belah lantaran telah menghina umat Kristen.
“Tangkap Abdul Somad. Abdul Somad itu adalah pemecah belah. Mereka adalah ustaz, ustaz luar biasa menghina kekristenan,” tegasnya.
- Pendeta Saifuddin: Muhammad Bilang Dia Akan Menikah Dengan Ibu Yesus!
- Pendeta Saifudin: UAS Bodoh, Nabi Muhammad Tak Ada di Surga
- Ajak Anies Baswedan Tobat, Pendeta Saifudin: Terimalah Yesus Sebagai Tuhan
- Pendeta Saifuddin Siap Serahkan Diri Jika Abdul Somad Ditangkap
- Pendeta Saifudin Ibrahim: Iblis Diikat Sebulan, Penjahat Kelamin Masih Menghina
Tak hanya UAS, Pendeta Saifudin juga mendesak aparat agar juga menangkap pendakwah mualaf Ustaz Felix Siauw yang menurutnya juga telah menghina Kristen.
“Felix Siauw, tangkap itu orang, dia menghina kok. Saya hanya minta 300 ayat Alquran itu diskip, diblok supaya tidak ada di dalam Alquran di Indonesia,” tuturnya.
Diwartakan sebelumnya, sosok Pendeta Saifudin Ibrahim mendadak menjadi sorotan publik usai melontarkan tudingan bahwa pesantren merupakan pusat teroris.
Selain itu, Saifudin Ibrahim lewat videonya yang sempat viral di publik juga meminta kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 ayat dalam Alquran.
Dalam videonya itu, Pendeta Saifudin menyebut semua pesantren di Indonesia telah melahirkan kaum radikal.
“Pesantren itu melahirkan kaum radikal semua. Seperti saya ini dulu radikal karena saya mengajar di pesantren Zaitun Indramayu,” ungkapnya.
Bahkan, Saifudin menuding pesantren adalah pusat teroris. Ia mengetahui hal itu lantaran dirinya pernah mengajar di Pesantren Az-Zaitun tersebut.
“(Pesantren) itu pusat teroris pak. Tapi teroris kelas berdasi yah di Pesantren Az-Zaitun. Saya gurunya, dan saya mengerti,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pendeta Saifudin juga meminta kepada Menag Yaqut untuk menghapus 300 ayat dalam Alquran.
“Bahkan kalau perlu pak 300 ayat yang menjadikan hidup intoleran, pemicu hidup radikal, itu direvisi atau dihapuskan dari Alquran Indonesia,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
