Terkini.id, Makassar – Pembukaan perdana Umrah untuk jamaah International oleh Saudi Arabia kian terang, informasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (AMPHURI), bahwa per tanggal 1 November 2020 Saudi Arabia sudah membuka keran umrah untuk Jamaah diluar Saudi.
Ini dibuktikan dari beberapa Situs Muassasah untuk visa sudah dapat diakses.
Indonesia adalah salah satu negara yang termasuk dalam list negara yang diperbolehkan untuk memasuki Saudi
Arabia diperiode pembukaan awal ini.
Ketua AMPHURI DPD Sulampua H. Ardiansyah Arsyad, LC menyambut baik hal ini, namun pembukaan umrah ini harus disertai dengan informasi yang jelas kepada calon Jamaah terutama bagi Jamaah yang tertunda keberangkatan.
“Ada banyak regulasi yang harus dipahami mulai penerbangan yang diperbolehkan hanya Saudi Airlines sementara kita ketahui bahwa untuk Bandara Sultan Hasanuddin, belum ada penerbangan Saudi airlines, sehingga dipastikan Jamaah harus melewati bandara Soekarno hatta atau Djuanda di Surabaya tanpa transit dari negara asal,” terang Ardiansyah lewat keterangan yang diterima ke terkini.id.
- Kalla Institute dan Google Perkuat Kompetensi AI dan Smart Technology
- Sompo Indonesia Catat Kinerja Keuangan Kuat pada 2025, Tegaskan Komitmen Perlindungan Nasabah
- Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1425 Jeneponto Mengangkat Derita Keluarga Sederhana, Membangun Rumah dan Harapan
- Resmikan dan Uji Coba JIAT, Bupati Sidrap Dorong Program Tiga Kali Tanam dalam Setahun
- Tujuh Tahun Penantian, Impian di Usia Senja, Sali Binti Bando Catat Sejarah JCH Tertua Jeneponto
Syarat lain yaitu pembatasan Usia 18-50 tahun, tidak memiliki penyakit bawahan (komorbid), bersedia dikarantina setibanya di saudi selama 3 hari dan saat ditanah air, kenaikan Pajak Hotel dan Bus sebesar 30%, dan persyaratan lainnya seperti pengaturan Jadwal umrah by sistem dan aplikasi yang dikontrol langsung oleh pemerintah saudi arabia.
“Luar biasa kerinduan calon Jamaah menuju Baitullah, ini yang kami dapatkan informasi dari anggota bagaimana jamaah cukup intens mencari informasi terkait pembukaan umrah per 1 november nanti,” ujar Sekertaris Amphuri DPD Sulampua Andi Candrawali.
Menurutnya, yang terpenting travel anggota dapat menjelaskan secara jelas dan detail terkait regulasi tersebut.
“Imbasnya ya pasti mau tidak mau harga umrah jadi tinggi, kami perkirakan untuk Jamaah makassar biaya bisa mencapai angka Rp 38 juta. Yang plus masih harus menghadapi konsekuensi pembatasan Kuota + resiko potensi terpapar + dan biaya karantina,” terang dia.
Yang perlu digaris bawahi disini adalah konsekuensi kenaikan harga Umrah ini sudah pasti dan Valid 100% karena banyaknya pembatasan dan aturan yang harus disesuaikan oleh pemerintah Saudi.
“Kita berharap bahwa regulasi ini paling tidak berlangsung lama, paling tidak Januari 2021 kita sudah dapat melakukan ibadah umrah secara normal. Saat ini tentu menjadi pilihan oleh Jamaah mau berumrah saat ini dengan segala konsekuensinya atau mau bersabar menanti perubahan regulasi. Kita semua sudah rindu Baitullah, namun kita berharap informasi ini betul-betul dapat di pahami oleh Caon Jamaah terutama Calon Jamaah yang tertunda keberangkatannya,” tutup Kabid Humas & Kreatif AMPHURI, Mawardha DJ.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
