Basarnas sendiri memprioritaskan evakuasi melalui jalur udara. Namun, upaya tersebut belum dapat dilaksanakan karena jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut tebal di sekitar lokasi kejadian.
“Evakuasi melalui udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan. Oleh karena itu, kami mengoptimalkan unsur darat yang secara bertahap melakukan pencarian dan upaya evakuasi,” ungkap Syafii.
Diketahui sebelumnya Pesawat Indonesia Air Transport PK-THT ATR 42-500 hilang kontak pada Sabtu 17 Januari 2026. Pesawat tersebut tujuan Jogyakarta menuju Makassar jatuh di atas pegunungan Bulusaraung Sulawesi Selatan.
Modifikasi Cuaca
Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu opsi dalam membantu pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
- Kalla Beton Suplai Precast U-Ditch untuk Paket Pembangunan Embung di IKN
- Minim Pengawasan, Tanah Kosong Rentan Diserobot, Simak Imbauan ATR/BPN
- Indosat Buka Rumah Haji & Umrah, Jamaah Lebih Tenang Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci
- Hari Hemofilia Sedunia 2026, RSUP Wahidin Tekankan Deteksi Dini dan Akses Perawatan
“Kondisi cuaca ini juga (ekstrem) dan telah kita koordinasikan. Mudah-mudahan bisa kita laksanakan operasi modifikasi cuaca, sehingga bisa membantu untuk percepatan pelaksanaan operasi SAR,”pungkasnya.
Mohon doa dan Dukungan Masyarakat
Syafii juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar pencarian korban seluruhnya segera ditemukan.
“Tim telah berupaya semaksimal mungkin mengerahkan kemampuan dalam operasi pencarian. Kami mengapresiasi kerja-kerja tim SAR gabungan berjibaku telah menemukan lokasi dan dua korban atas insiden dari pesawat tersebut,” ujar Syafii beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data manifest penumpang pesawat milik maskapai Indonsesia Air Transport rute Jogyakarta-Makassar tersebut tercatat tiga orang penumpang masing-masing Deden, Ferry dan Yoga.
Sementara tujuh orang crew termasuk pilot pesawat masing-masing CAPT. Andy Dahananto, Co-pilot Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono. Kemudian ada dua orang Pramugari masing-masing, Florentea Lolita dan Esther Aprilita S.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
