Usai Nonton Debat Kedua, Warga Kali Bone Kian Mantap Pilih Anir-Lutfi

Pilkada Pangkep
Pasangan Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi) mendapat dukungan warga kampung Kali Bone, Kecamatan Minasatene.

Terkini.id — Pasangan Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi) mendapat dukungan warga kampung Kali Bone, Kecamatan Minasatene, usai debat publik kedua, Minggu 15 November 2020.

Saat bersilaturahmi, Anir bertanya kepada warga terkait penampilannya bersama Lutfi kemarin.

“Kita nonton ji debat kemarin? Bagaimana penampilanku. Mudah-mudahan kita semua semakin tahu dan paham programnya nomor 4,” tanya Anir kepada warga di sela-sela pertemuan, Senin 16 November 2020.

Sontak masyarakat yang berkumpul menjawabnya serentak.

“Mantap tawwa, baji ki. Bagus, unggul dari yang lain,” jawab warga.

Menarik untuk Anda:

Nurdin, salah satu warga menuturkan penampilan Anir-Lutfi debat kedua sangat meyakinkan masyarakat. 

“Ibu dan pak Lutfi sampaikan program dengan bagus, saya semakin paham. Baji sekali juga penampilannya, bajunya cantik sekali,” tutur Nurdin di sela-sela tatap muka. 

Selain penampilan menarik, menurut dia Anir-Lutfi mampu menjabarkan program prioritasnya dengan baik.

“Itu program Rp10 Juta per KK sama bantuan modal pedagang yang ditunggu-tunggu masyarakat. Ternyata uangnya dari APBD dan dialihkan ke ekonomi rumah tangga, akhirnya kita paham dari mana uangnya,” ucap Nurdin menanggapi debat.

Di Kampung Banggae, Kecamatan Minasatene pun demikian. Warga antusias menemui Anir, apalagi baru menyaksikan satu-satunya cabup perempuan Pangkep itu berdialog di atas panggung, dan melawan kandidat cabup lainnya yang notabene kaum laki-laki.

“Ada rasa bangga karena seorang perempuan. Seperti merepresentasikan kaum wanita. Jawaban dan karakter pemimpin ibu Anir juga sangat terlihat di Panggung debat,” kata Indong di sela-sela pertemuan dengan Anir di rumahnya.

Indong mengaku, saat ini Pangkep butuh pemimpin seperti Anir-Lutfi yang mampu mensejahterakan masyarakat Pangkep.

“Program Anir-Lutfi sangat cocok, relevan dengan masyarakat Pangkep. Apalagi sekarang kan dibilang Pangkep kabupaten termiskin kedua di Sulawesi Selatan. Semoga kelak Anir-Lutfi terpilih, maka bisa membawa Pangkep keluar dari angka kemiskinan,” akunya.

Andi Nirawati dan Lutfi Hanafi pada segmen terakhir debat kemarin mengatakan, cara menghapus ketidakadilan dan kemiskinan di Pangkep, yakni dengan mengubah kebijakan keuangan daerah dari orientasi proyek menuju orientasi kesejahteraan ekonomi rumah tangga.

“Keadilan adalah kebutuhan dan hak setiap manusia. Begitu pentingnya keadilan, dalam negara Indonesia ditetapkan dalam sila ke lima Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sementara roh dan jiwanya tertuang dalam ayat suci Alquran dalam surah Al Maun ayat 1-3. Membiarkan orang hidup dalam kemiskinan adalah kesalahan dan dosa. Karena itu menjadi kewajiban suatu pemerintahan mengeluarkan masyarakat nya dari kemiskinan,” jelas Lutfi.

Karena itu lanjut dia, apabila diberikan amanah pihaknya tidak akan membiarkan masyarakat hidup dalam kemiskinan. 

“Karenanya, kami akan berikan bantuan Rp10 juta per KK yang dananya bersumber dari dana APBD melalui perubahan kebijakan keuangan daerah. 

Untuk memastikan Masyarakat mendapatkan bantuan Rp10 juta per KK maka Anir-Lutfi telah mengadakan sebuah kartu yang dinamakan kartu Penerima Program Prioritas yang nantinya diharapkan akan membuat masyarakat Pangkep sejahtera,” tegas Lutfi.

Andi Nirawati menambahkan, dirinya dan Lutfi Hanafi akan menghapuskan kemiskinan dan ketidakadilan di Pangkep yang selama ini dirasakan warga.

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang banyak. Anir-Lutfi akan menghapus ketidakadilan di kepulauan, pegunungan, ketidakadilan di daratan. Bersama Anir-Lutfi mari kita hapus air mati kemiskinan, air mata ketidakadilan, air mata penderitaan, air mata kesakitan dan air mata kebodohan menuju keadilan,” tambah dia. 

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Jelang Pencoblosan, Pemkab Pangkep Diminta Setop Bagi-bagi Insentif Ketua RT/RW

Usai Jalani Perawatan, Timses Appi-Rahman Korban Penikaman Akhirnya Kembali ke Makassar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar