Terkini.id, Jakarta – Politisi Demokrat, Susilawati “mencolek” Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal Cina yang dikabarkan mengambil alih aset Uganda usai negara itu gagal membayar utang.
Susilawati mengingatkan Jokowi bahwa jika pedagang menjadi pemimpin, maka pola yang terbangun cenderung berdagang.
Ia menilai bahwa pemimpin berlatar belakang pedagang itu mungkin berniat memajukan negara, namun tanpa sadar membuat stabilitas negara goyah.
“Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Presiden Jokowi dan para senior bangsa lainnya, jika pedagang jadi pemimpin maka pola yang terbangun cenderung berdagang,” kata Susilawati melalui akun pribadinya pada Minggu, 28 November 2021.
“Bermaksud memajukan negara tanpa sadar stabilitas negara goyah,” sambungnya.
- Politisi Demokrat Pilih Dukung Husniah - Darmawangsyah, Percaya Bisa Dukung Pemberdayaan Perempuan
- Politisi Demokrat: Era SBY BBM Naik 2 Kali dan Jokowi 7 Kali
- Politisi Demokrat Kaitkan Subsidi BBM Dengan IKN, Sebut Proyek Buat Sombong: Nggak Penting
- Politisi Demokrat: Kasus FS Agar Dijadikan Momentum Polri untuk Membersihkan Kejahatan Terorganisir
- Politisi Demokrat Pertanyakan Soal Kasus Brigadir J: Apakah Kapolri Telah Membuka Kasus ini Seterang-terangnya?
Pernyataan politisi Demokrat itu lantas mengundang tanya dan kritik dari para netizen.
Netizen dengan nama akun @jaya_pancas*** bertanya apakah yang dimaksud pedang oleh Susilawati adalah Presiden Jokowi.
Ia lantas juga menyinggung presiden mantan jenderal menurutnya tak memapu melakukan berbagai hal yang sudah dilakukan Jokowi.
“Coba bandingkan dengan presiden eks jenderal, yang ngambil freeport aja ga mampu, yang nertibkan kelompok radikal dan khilafah aja takut, yang membiarkan saudara papua kita masih tertinggal dll, bagiq pakdhe lebih baik darinya,” kata netzien itu.
Membalas netizen tersebut, Susilawati mengatakn bahwa setahu dia, Jokowi adalah pengusaha yang memproduksi barang dan menjualnya.
“Tentu menjual dengan ptimbangan nilai dari kseluruhan proses, tidak sembarang,” katanya.
Susilawati juga membalas bahwa di era Susilo Bambanh Yudhoyono yang berlatar belakang militer, fokusnya adalah stabilitas negara.
“Walau juga membangun beberapa infrastuktur yang sudah dinikmati masyarakat Indonesia sekarang,” katanya.
Ada pula netizen yang mengomentari bahwa arah cuitan Susilawati adalah soal bandara Kualanamu yang diserahkan pengelolaannya ke perusahaan India.
“Ke mana arah cuitan anda,mudah ditebak. Tentang bandara yang dimaksud pikiran anda ke Kualanamu,” kata netizen dnegan nama akun @_memoryus***.
“Coba bandingkan, antara Kualanamu dan Freeport jaman SBY. Kualanamu 25 tahun, Indonesia 51%. Freeport 30 tahun berapa SBY berani ambil? Kalian ributkah waktu itu? MINGKEM aja kan,” tambahnya.
Sebelumnya, dilansir dari Detik News, Cina diduga telah mengambil alih Bandara Internasional Entebbe Uganda di Afrika Timur karena pemerintah Uganda gagal bayar utang ke China.
Dikutip dari Economic Times, Senin, 29 November 2021, Pemerintah Uganda telah mendapatkan pinjaman dari Bank Exim Cina sebanyak US$ 207 juta untuk memperluas Bandara Internasional Entebbe.
Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 20 tahun termasuk masa tenggang tujuh tahun.
Namun, pembayaran utang itu tersendat karena kabarnya pihak bandara tengah krisis.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
