Video Persekusi Dituding Sandiwara Banser Karena Logo Ini, Benarkah?

logo banser, persekusi banser, pin banser,

Terkini.id – Video yang menunjukkan aksi persekusi yang dilakukan terhadap dua anggota Banser NU di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, viral di jejaring media sosial (medsos).

Korban diketahui menjadi korban persekusi adalah anggota Banser NU Depok bernama Eko dan seorang rekannya, Wildan.

Saat ini, pelaku persekusi yang berinisial H tengah dicari pihak kepolisian. Meskipun tidak ditetapkan sebagai DPO, polisi meminta pelaku menyerahkan diri.

Video persekusi tersebut menjadi viral karena kalimat-kalimat kasar pelaku. Kepada dua anggota banser tersebut, pelaku mengungkapkan kalimat sepert kafir, monyet hingga anjing.

Pelaku juga membawa-bawa identitas etnis dan jawara Betawi saat mempersekusi dan mengancam korban.

“Monyet, mana KTP lu? Gua mau lihat, lihat. Mana sini? Ngapain di Jakarta, tanah gua Betawi. Lu mau ngapain? Lu takbir dulu ama gua. Lu Islam bukan? Ya udah takbir. Buat apa lu? Kafir dong lu? Ntar dulu. Lu takbir dulu kalau Muslim. Orang Islam itu harus takbir. Lu nggak usah ngajarin gua. Ntar dulu. Lu nggak bisa pulang, enak aja. Anjing lu,” hardik pelaku dalam video berdurasi 1.02 menit tersebut.

Tindakan persekusi tersebut diketahui terjadi pada Selasa, 10 Desember 2019 di Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Korban belakangan diketahui berasal Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser pada salah satu kecamatan di Depok.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama mengatakan, pihaknya telah mengantongi identitas pelaku persekusi, dan sudah tahu alamat rumah.

“Sudah kita ketahui wajahnya, alamatnya kemudian inisialnya. Sementara kita mencari tersangka untuk diambil keterangannya,” kata Bastoni.

Banser Dituding Bersandiwara

Seiring dengan viralnya video tersebut, beredar pula tudingan bahwa pelaku berinisial H tersebut adalah anggota Banser juga.

Narasi-narasi yang beredar, menuding pihak Banser telah melakukan playing victim untuk menyudutkan pihak FPI yang diduga menjadi pelaku persekusi itu.

Alasannya adalah logo yang dipakai pelaku dalam video tersebut mirip dengan logo Diklatsar Ansor. Untuk diketahui, Ansor merupakan lembaga induk dari Banser, yang berafiliasi dengan Nahdhatul Ulama.

Bukan Logo Ansor

Meski begitu, dari hasil penelusuran terkini.id, logo yang dipakai pelaku persekusi tidak identik dengan logo Ansor.

Terkini.id, mencoba mencari gambar dengan resolusi yang lebih tinggi. Dari foto tersebut, terlihat jelas antara logo Ansor dengan logo pin yang dipakai pria dalam foto tersebut tidak sama.

Komentar

Rekomendasi

Ngaku Sebagai Raja Majapahit, Anggota DPD Asal Bali Ini Dipolisikan

Garuda Dihukum Denda Rp200 Juta Gegara Tumpahkan Air Panas ke Penumpang

Ini Penyebab Karamnya KLM Plataran Pinisi Bermuatan Wartawan Kepresidenan

Istana: Rute Kapal Wartawan yang Terbalik di Luar Agenda Presiden

Daftar Nama Korban Selamat Kapal Tenggelam yang Ditumpangi Wartawan Istana

Aksi Nia Ramadhani Goreng Telur, Ketakutan Saat Minyak Mendidih

Presiden Jokowi Bertolak ke Jakarta, Kapal Rombongan Wartawan Istana Tenggelam di NTT

Pemuda yang Bunuh Begal Batal Dituntut Seumur Hidup, Hotman Ajak Jaksa Agung Ngopi

Tidak Dapat Kursi di Istana, Ali Ngabalin Diangkat Edhy Prabowo Jadi Pejabat di KKP

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar