Terkini.id, Makassar – Pegiat media sosial, Ninoy Karundeng dikabarkan ditangkap dan disiksa oleh sekelompok orang tak dikenal di tengah aksi demonstrasi pada Sabtu 29 September 2019 lalu.
Informasi dihimpun, Ninoy ditangkap saat melakukan peliputan saat aksi demo pada Sabtu 29 September 2019 lalu.
Kabar persekusi Ninoy tersebar lewat video persekusi di media sosial.
Salah satunya disebar oleh akun Muhammad Tezar Chaniago.
“Kelanjutan dari Buzzer Provokator. Buzzer provokator dengan gaji 3,2 juta ketangkap massa,” tulisnya.
- Amien Rais Samakan Buzzer Era Pemerintahan Jokowi Dengan Tukang Sihir Zaman Firaun
- Muslim Arbi Minta Pemerintah Fokus Dengan Rakyat Dibanding Pelihara Buzzer
- Beredar Foto Jokowi Jongkok di Rel Kereta, Warganet Colek Buzzer: Buat BuzzerRp Foto ini Berasa Melihat Sosok Super Hero
- Tuding Rezim Jokowi, Dokter Tifa: Bayar Buzzer Demi Pertahankan Kekuasaan
- Christ Wamea: Buzzer Jokowi kok Kerjanya Tiap Hari Serang Pak Anies yang Cuma Seorang Gubernur DKI?

Dalam video tersebut, terlihat Ninoy diinterogasi dan disebutkan sebagai buzzer Jokowi yang diperintahkan untuk melakukan peliputan dan menyudutkan pimpinan pelaku penculik tersebut.
“Kamu meliput demo di DPR, terus di dalam laptop kamu itu ada unsur-unsur kebencian yang diarahkan ke tokoh-tokoh yang sangat dekat dengan kita. Tujuannya apa?” tanya pria tak dikenal itu sambil mencecar.
Dari video itu, terlihat wajah Ninoy yang lebam dan bengkak seperti sudah dianiaya.
https://www.facebook.com/mat.tanggok/videos/195121041512087/?t=1
Terlihat juga Ninoy yang disuruh untuk bersumpah dengan kitab suci Alquran.
Kabar penangkapan Ninoy dijelaskan oleh rekannya di media sosial.
“Astaghfirullahalazim. Sahabat kita Ninoy Karundeng yang juga seorang penulis seperti saya ditangkap kelompok radikalis dan disiksa seperti ini, dipaksa mengakaui apa-apa yang tidak ia lakukan. Mohon pihak kepolisian segera menemukan Ninoy Karundeng dan membebaskannya, serta menangkap para pelaku penganiayaan padanya. Jangan beri tempat sejengkalpun untuk para preman yang bertopeng agama,” tulis Saiful Huda Ems.
Informasi terakhir, Ninoy Karundeng sudah dilepaskan oleh pelaku persekusi tersebut dan saat ini sudah berada di rumah keluarganya.
Tanggapan Polri
Sementara itu, pihak kepolisian yang sudah mendapatkan informasi tersebut, tengah mendalami.
Ninoy diduga diculik setelah video yang memperlihatkan Ninoy babak belur dan diinterogasi beredar di media sosial.
“Saya tanyakan ke teman-teman Siber dulu soal video itu untuk didalami,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo seperti dilansir dari tempo, Jakarta Selatan, pada Selasa, 1 Oktober 2019.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
