“Karena mereka jauh-jauh, domisili jauh, penyelesaian melalui telepon. Intinya, kedua orang tua antara anak ini berteman,” ujar Soni.
Dia mengatakan, pihak yayasan sebelumnya mengetahui kejadian ini setelah para santri di dalam video dinyatakan lulus. Kemudian dilakukan mediasi.
“Kejadian sebelum acara perpisahan, malamnya. Lalu setelah itu, video itu diketahui setelah acara perpisahan, setelah anak ini pulang, lulus sekolah. Kami tahu Juni 2022,” tuturnya.
Lebih lanjut, pihak ICBS Payakumbuh juga menegaskan bahwa kasus aksi kekerasan itu tidak dipersoalkan kembali. Pasca peristiwa itu, pihak yayasan langsung melakukan evaluasi, terutama perihal pengawasan.
“Kalau ini menyangkut masalah pengawasan tentunya ini yang diperlu ditingkatkan, dievaluasi. Kalau pembinanya kurang, pembinanya kami tambah lagi,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
