Terkini.id, Makassar – Anak-anak Pulau Kodingareng meminta Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert, Lambert Grijns, untuk menghentikan tambang pasir laut dan memulangkan Kapal Boskalis dari perairan Makassar dan Takalar.
Pasalnya, sejak kapal tersebut mengeruk tambang pasir laut, ikan di wilayah tangkap nelayan berpindah tempat.
Hal itu menjadi biang penderitaan bagi masyarakat di Kepulauan Sangkarrang.
“Pak Lambert, saya orang Indonesia, hentikan tambang pasir laut. Tarik kapal Boskalis segera,” kata anak lelaki dalam video yang berdurasi 1 menit 19 detik tersebut.
Mereka bersama beberapa temannya, tampak berbaris rapi sambil mengeluhkan semenjak adanya kapal Boskalis yang mengeruk tambang laut.
- MIWF 2026 Resmi Dibuka, Walikota Appi Tegaskan Komitmen Bangun Ruang Budaya di Makassar
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- SERABI 2026 Jadi Ajang Grab Edukasi UMKM Perempuan Kelola Bisnis Anti Boncos
- Bank Sulselbar dan Pemkab Bone Sepakat Lanjutkan Kolaborasi Layanan Publik
- Pemkot Makassar Kembangkan LONTARA+ Berbasis Website, Warga Makin Mudah Mengakses Layanan
Seorang anak perempuan berbicara dengan bahasa daerah Makassar.
“Gara-gara kapal Boskalis, bapakku tidak ada ikannya, dan ibuku tidak ada uangnya,” kata dia.
“Pak Lambert, kita kan orang nelayan, kasihani nelayan,” sambung perempuan yang usianya lebih tua.
Dalam video tersebut, selain anak kecil, tampak seorang ibu yang tengah berkumpul bersama keluarga nelayan lain.
Seorang ibu menuturkan bahwa semenjak kapal tambang pasir laut itu beroperasi. Pendapatan nelayan seringkali pulang dengan tangan kosong.
“Pendapataran kami berkurang dan malah tidak ada. Biasanya kami bisa mendapatkan 2-3 ekor per hari, sekarang, biasa 1 ekor dan biasa tidak ada,” keluh ibu tersebut.
Sejak adanya kapal Boskalis, dia mengatakan utang para nelayan menjadi menumpuk lantaran ongkos bensin saat melaut tak sebanding dengan pendapatan.
Para nelayan harus menempuh perjalanan jauh dari pengerukan tambang pasir. Begitupun meninggalkan wilayah tangkap nelayan yang selama ini menjadi tempat menangkap ikan.
Diketahui, video yang pertama kali diunggah di media sosial Twitter oleh akun terverifikasi milik Jatamnas telah ditonton lebih dari 1.700 kali. Selain itu, video ini juga sudah tersebar di media sosial WhatsApp.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
