Terkini.id, Jakarta – Beredar sebuah video di lini masa Twitter yang memperlihatkan sejumlah Anggota TNI memberi tameng ke pendemo Undang-undang (UU) Cipta Kerja.
Dalam video itu, awalnya terlihat personel TNI menurunkan tameng tersebut dari atas truk.
Tak berselang lama, tameng-tameng itu diberikan ke sejumlah mahasiswa pendemo UU Cipta Kerja.
“MAKSUD NYA APA MEMBERI TAMENG KE MASSA PENDEMO?” demikian tertulis dalam narasi video tersebut.
Menanggapi video viral itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman memberikan klarifikasi terkait video tersebut.
- Kabupaten Jeneponto Diguncang Dua Peristiwa Kebakaran Dalam Sehari, 1 Warga Meninggal Dunia
- Lanjutan Kasus Pungli hingga Miliaran di Dinas Perkimtan Gowa, Giliran Ketua Kadin Diperiksa di Polres
- Ketua DPRD Sulsel Siap Kawal Aspirasi BADKO HMI Sesuai Kewenangan Pemerintah
- Melihat Bagaimana Politik Mempengaruhi Akses dan Keadilan dalam Sistem Kesehatan di Indonesia
- Pemkot Makassar Siap Bersinergi Wujudkan Sekolah Unggulan SMP-SMA Boarding School
Dudung menjelaskan, bahwa kejadian itu bukanlah seperti apa yang dimaksud.
Tameng itu, kata Dudung, hanya dipindahkan dari sebuah truk yang akan dipakai untuk mengantar mahasiswa yang kesulitan untuk pulang.
Ia mengatakan, para marinir itu mengantarkan pulang para mahasiswa ke daerah Pamulang, Tangerang Selatan sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
“Saat itu ada kendaraan marinir kebetulan yang standby di situ. Akhirnya diminta tolong untuk mengangkut mahasiswa yang akan kembali ke Pamulang,” ujar Dudung, Jumat 9 Oktober 2020 seperti dikutip dari suaracom – jaringan Terkini.id.
“Nah kebetulan dalam truk itu ada tameng-tameng sebagai peralatan untuk mengatasi huru-hara,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Dudung, akhirnya personel menurunkan tameng-tameng itu dari atas truk. Kemudian para mahasiswa justru turut membantu memindahkan.
“Bukan berarti kemudian memberikan tameng kepada masyarakat, tapi tameng itu dipindahkan secara bergotong-royonglah sama-sama untuk memindahkan, karena truk itu akan digunakan oleh mahasiswa yang akan dibawa ke Pamulang,” ujarnya.
Dudung pun menegaskan bahwa TNI dalam hal tersebut tak ingin mencari popularitas. Menurutnya, tak ada pemberian fasilitas tameng kepada massa aksi kemarin.
“Dari mahasiswa mengatakan pak saya kesulitan kembali. Karena di sana ada pasukan, khawatir dan sudah gelap jangan sampai ada persepsi berbeda. Akhirnya kita antarkan, kanan kiri 15 orang kita sampai ke titik kumpul mereka,” ujar Dudung.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
