Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau warga agar tak melakukan silaturahmi tatap muka di momen Idul Fitri, viral di media sosial.
Video imbauan Anies tersebut sontak jadi kontroversi lantaran netizen menilai Gubernur DKI itu telah melanggar sendiri imbauannya karena ia malah bertamu di rumah ketua umum salah satu partai.
Hal itu diungkapkan salah seorang pengguna Twitter Paltiwest, seperti dilihat pada Sabtu 15 Mei 2021.
Dalam narasi cuitannya, netizen tersebut mengatakan bahwa Anies Baswedan telah melawan kebijakannya dan melanggar imbauannya sendiri demi Pilpres.
Ia pjn bahkan menyebut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu dengan sebutan ‘manusia pekok’.
- Jusuf Kalla Yakin Anies Bisa Menang seperti Donald Trump, Begini Peluangnya Menurut Pengamat
- Ada Tudingan Politisasi Stadion JIS, Erick Thohir: Justru Kebalik
- Partai Demokrat Sulsel Nobar Jumpa Pers Anies-AHY
- Sebut Anies Dapatkan Banyak Gangguan Lahir Batin, 40 Ulama dan Tokoh Agama Lakukan Tirakat
- Terungkap Sandiaga Uno Utangi Anies Rp50 Miliar pada Pilkada DKI dan Belum Dibayar
“Mengapa Jakarta kacau?! Warga melawan kebijakan Gubernur?! Lah wong Gubernurnya aja melawan kebijakannya sendiri.. Anies demi Pilpres langgar himbauannya sendiri.. Manusia PEKOK!!,” cuit Paltiwest.
Dilihat dari video tersebut, tampak Anies Baswedan mengimbau warga agar mengurangi aktivitas tatap muka secara fisik di momen Idul Fitri 2021.
“Pada Idul Fitri kali ini diharapkan kita semua tetap bersilaturahmi tapi memanfaatkan teknologi. Mengurangi interaksi langsung yang bersentuhan,” ujar Anies dalam video tersebut.
Pada cuplikan selanjutnya, tampak Anies Baswedan dengan mengenakan masker bertamu ke rumah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat perayaan Lebaran 2021.
Video viral terkait Anies Baswedan itu menuai respons dari Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Ferdinand lewat cuitannya di Twitter menyebut Anies Baswedan sebagai manusia munafik lantaran lupa dengan ucapannya sendiri.
“Saya garis bawahi kalimat : ‘Kita semua’ artinya termasuk dirinya. Tapi dia sebdiri silaturahmi fisik dengan Zulkifli Hasan Ketum PAN. Begitulah jika hasrat politik diubun-ubun. Lupa pada kata yang diucapkan dan akhirnya terstigma sebagai manusia munafik,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
